Syifa Gundul

June 11th, 2007 by makefriend

100_1735
Wa…Syifa sekarang gundul!

Ceritanya..sejak lahir rambutnya emang tipis, sampe umur 3 bulan masih lom menunjukkan tanda2 tebel. Katanya perlu digundul dulu, selain lebih afdol, jg untuk merangsang pertumbuhan rambutnya.

Mitos? Nggak tau. Yang jelas, selama ini, ga tega aja mbayangin dia digundul. Nggak tega prosesnya, ga tega liat hasilnya. Kan isis banget, tuh?

Tapi kemaren siang pas lagi meninabobokkan dia iseng papanya bilang: "Syifa digundul, yukk.." Hah? "Aku bisa loh.."

"Masa..?"

Yah…dicoba deh akhirnya. Pertamanya sih ribet gitu, tapi untung Syifa-nya anteng. Hampir setengah jam, akhirnya selesai juga (maklum ga profesional). Wah..gundul juga akhirnya Bidadari kecilku. Aneh. Tapi masih tetep cute, loh…

Pas pengasuhnya datang dia langsung teriak2..ngoceh..ngadu paling.
"Aku digundul….!!"

Hahaha..cepat tumbuh rambutnya, ya, Nak..yg lebat..biar bisa dikasih pita warna- warni ntar.

Syifa Ngoceh

June 11th, 2007 by makefriend

Anakku sudah bisa ngoceh…hehehe.

Sejak umur dua bulan-an dia udah bisa senyum2..cm masih silent smiles. Tiap diajak becanda senyum2.

Sejak semingguan yg lalu…dia udah bisa bubbling. Rame. Bangun tidur pagi, siang, sore, malam…ngoceh aja. Liat gambar Donal Bebek dan Sponge Bobs ketawa..ngoceh. Liat boneka Marsupi Lami-nya ngakak. Dikudang ngoceh2.. Disuruh manggil "mama" malah bilang "mbak.." Halah!..hihihi..tambah lucu.

Jadi sekarang dia dipanggil: si Endut yang (seneng) ngoceh…

Becoz of Yu…

May 27th, 2007 by makefriend

Syifa
Aku belajar darimu tentang banyak hal.
Selama 2 bulan 22 hari ini kau sudah mengajariku berbagai macam hal.
Bahkan jauh sebelumnya….hampir setahun sudah kau menjadi pembelajaranku.

Pertama, aku belajar menerima kenyataan.
Belajar sabar atas apa yg telah digariskan.
Berat. Sangat berat. Tapi kau membuatku kuat.

Lalu kau ajari aku memaknai tangis itu sebagai sebuah senyuman yang tertunda.
Kau tunjukkan padaku, hari demi hari, bahwa kehadiranmu adalah berkah nyata
Kau bentuk aku menjadi manusia yang tak hampa dalam kekosongan jiwa

Kau juga mengajarkan padaku bentuk kasih sayang yang tak terdefinisikan.
Cinta murni yang tak bisa terhenti…yang selalu memberi tanpa ada perhitungan.
Sebentuk rasa yang meminta pengorbanan tanpa penyesalan.

Kau adalah pembuka tiga mataku.
Sungguh.

Kusadari kini bahwa kaulah kunciku menemukan kebahagiaan yang lebih hakiki.

Terimakasih, Sayang…

                                                         (Buat bintang kecilku yg cantik, I luv u..)

Chapter Three

May 20th, 2007 by makefriend

Hari ini aku buka2 kembali archive email yahoo-ku. Kutemukan satu email awal kita, dulu..dulu sekali. Rasanya aneh saat aku membaca selarik kalimat disitu:

I’ve found the key of my heart; but I don’t know whether you’re the right person to open it with that key

Aku menulisnya tanpa aku tahu apakah kelak kau mampu mengambil kunci itu dari dasar lautan lepas tak berbatas. Aku tak yakin kelak kau kan menyeberangi samudera itu dan menyapaku. Apakah kunci itu sekarang masih kau genggam? Aha…kau sudah menggunakannya; aku tahu pasti itu. Kukira kau benar…kau bisa menggunakannya.

Tapi bagaimana?
Bagaimana dengan bagian kelam yang sulit dihapus itu? Apakah kau tak hendak menyembunyikannya?

Kuharap kau tidak akan menyesal telah mengetuk pintu itu. Kuminta jangan pernah berhenti setelah kau masuk ke dalamnya.

Sebab jauh sebelum kau melihat bayangan kita berdua…kita telah menguntai kisah tentang kita bertiga.

Chapter Two

May 20th, 2007 by makefriend

390975181_c1002e69d8_m
Aku pikir…aku telah melihat kaki langit. Tapi benarkah itu kaki langit?
Aku melihat sinar lembayung menggantung
Tapi apakah benar itu kaki langit yg sesungguhnya?

Begitu jauh aku telah melangkah. Jutaan jejak tercetak di atas kanvas bumi.
Sedangkan bumi sendiri semakin renta, hingga aku ragu apakah dia masih memiliki kaki langit sejati.

Tapi aku ingin segera rebah di dalam inti cahaya jingganya.
Langkahku tlah tertuntun menyentuh kilau sinarnya.
Haruskah aku berhenti hanya akarena aku ragu apakah itu kaki langit yg sebenarnya?

Chapter One

May 14th, 2007 by makefriend

Bulankah itu..?
Aku belum tahu.
Yang jelas sinarnya hangat memelukku.

Bintangkah itu?
Aku belum mengerti.
Yang pasti cahayanya bening menyinari.

Bias jurai emasnya memberiku nafas kehidupan,
padaku yg tengah sekarat berbaring di langit kelam

Kebenarankah itu?
Entahlah.

Memaafkan.
Mengakui kesalahan.
Membiaskan kelembutan pada setiap kata yg terucapkan.

Mungkin baru itu yg kupelajari; dan mungkin baru sebagian yg kujalani

Bulankah itu, bintangkah itu, kebenarankah itu…
Yang pasti tlah kutemukan serpihan batinku yang hilang di nadinya.

Conversation Between Bidadari Bersayap Biru and Bidadari Api

May 10th, 2007 by makefriend

Fairy
Location: Earth
Mood: Black and Blue

Scene 1.
Bidadari Api (BA)               : Congrats! Have found a better land, yay..?
Bidadari Bersayap Biru (b3): Always found, but never wanna settle like dis
BA: Good. A bitch wanna build a home sweet home on a fertile soul.
B3: Sounds good
BA: don’t u feel ur soul won’t match with his? You came from a very different world…
B3: That’s the reason why I’m sure we’ll match each other. Don’t be jelous like that
BA: We have gone through many things. We are one. No one can separate us
B3: I don’t think so
BA: You are my alter ego
B3: No..I am the super ego.I’m the one who takes control of my own body and soul.
BA: I’m stronger than you. Remember I have dumped you many times?
B3: Yeah I know you are so mean. A black soul who lives deep in my heart. But you won’t anymore. Once I decide to get rid of you..you’ll disappeared.
BA: How dare you are to say such a thing. You wanna leave me on the trash? Hey..you need me. You’ll always want me to assist you.
B3: Nope
B3: Nope
B3: Never
B3: Not anymore…

Scene 2
BA: Do I see hope in your eyes? (they’re actually mine, too)
B3: Isn’t that wonderful?
BA: I hate to see you smile. You have to be a gloomy little person.
B3: I’m not that kinda stupid person anymore. No cry..no fear..
BA: I feel I’m strong, still
B3: You’ll die, soon…

Scene 3
B3: Hey…are you there..?
**silent**
B3: Hah. Have no bravery to face the reality? I’ve said you’ll die.
**silent**
**silent**
B3 (SMILING): Yeah…I think you’ve gone now. I don’t need you anymore.
And I’ll make sure you’ll never come back!

Epilog:…And Bidadari Bersayap Biru lives happily ever after on his new land….

Lucky You

May 1st, 2007 by makefriend

When someday somebody stared at me and said: "Lucky You!"
I got angry and felt being humiliated.
How could he said such a thing!
I was just a poor human being with all the burdens.
The most unlucky person within 30 km (sigh)
But when I saw her…
I realized he’s right.
I am.
the person.
Lucky woman.
Thanks, God!

P.S: To d losers in this universe:
She’s so cute. She’s so beautiful. She’s so healthy. She’s mine.
Poor you!

Ma, Aku (Akan) Datang Untuknya…

February 27th, 2007 by makefriend

Aku tak tahu bagaimana ekspresimu saat mengucapkannya.
Mungkin datar saja. Atau dengan mata sembab berkaca-kaca.

Aku tak tahu.
Saat aku bertanya: ‘Mengapa?’
Kau bilang karena kau ingin, sangat ingin menyentuh dan memeluknya.

Oh, kau sudah mulai merasa memiliknya rupanya. Mengapa begitu terlambat?
Apa kau ingin membuat sebuah lelucon yg tdk lucu (lagi)?

Apa arti kehadirannya di hidupmu sebenarnya.
Apa cuma sekedar bukti bahwa kau mampu, ataukah akhirnya akan benar2 menjadi sebuah jalan kau menemukan kebenaran.

Kau ini…bodoh, kupikir.
Aku sudah terlanjur (dan masih sangat) sakit hati.
Sampai aku berdoa janganlah rasa perih yg manusiawi itu menjadikanku manusia sombong
yang tak mau memaafkanmu.

Entahlah, saat ini tolong jangan berharap terlalu banyak padaku.
Maaf.

When a Myth is No Longer a Myth…

February 25th, 2007 by makefriend

A Big Surprise.
A big gift.

Wwwwow….
Only God who can arrange the plot so perfectly!

(It doesn’t need any further comment, just enjoy it! It’s not a Myth anymore!)