Chapter Two

Aku pikir…aku telah melihat kaki langit. Tapi benarkah itu kaki langit?
Aku melihat sinar lembayung menggantung
Tapi apakah benar itu kaki langit yg sesungguhnya?
Begitu jauh aku telah melangkah. Jutaan jejak tercetak di atas kanvas bumi.
Sedangkan bumi sendiri semakin renta, hingga aku ragu apakah dia masih memiliki kaki langit sejati.
Tapi aku ingin segera rebah di dalam inti cahaya jingganya.
Langkahku tlah tertuntun menyentuh kilau sinarnya.
Haruskah aku berhenti hanya akarena aku ragu apakah itu kaki langit yg sebenarnya?