Chapter Three

Hari ini aku buka2 kembali archive email yahoo-ku. Kutemukan satu email awal kita, dulu..dulu sekali. Rasanya aneh saat aku membaca selarik kalimat disitu:

I’ve found the key of my heart; but I don’t know whether you’re the right person to open it with that key

Aku menulisnya tanpa aku tahu apakah kelak kau mampu mengambil kunci itu dari dasar lautan lepas tak berbatas. Aku tak yakin kelak kau kan menyeberangi samudera itu dan menyapaku. Apakah kunci itu sekarang masih kau genggam? Aha…kau sudah menggunakannya; aku tahu pasti itu. Kukira kau benar…kau bisa menggunakannya.

Tapi bagaimana?
Bagaimana dengan bagian kelam yang sulit dihapus itu? Apakah kau tak hendak menyembunyikannya?

Kuharap kau tidak akan menyesal telah mengetuk pintu itu. Kuminta jangan pernah berhenti setelah kau masuk ke dalamnya.

Sebab jauh sebelum kau melihat bayangan kita berdua…kita telah menguntai kisah tentang kita bertiga.

Leave a Reply