Archive for May, 2007

Becoz of Yu…

Sunday, May 27th, 2007

Syifa
Aku belajar darimu tentang banyak hal.
Selama 2 bulan 22 hari ini kau sudah mengajariku berbagai macam hal.
Bahkan jauh sebelumnya….hampir setahun sudah kau menjadi pembelajaranku.

Pertama, aku belajar menerima kenyataan.
Belajar sabar atas apa yg telah digariskan.
Berat. Sangat berat. Tapi kau membuatku kuat.

Lalu kau ajari aku memaknai tangis itu sebagai sebuah senyuman yang tertunda.
Kau tunjukkan padaku, hari demi hari, bahwa kehadiranmu adalah berkah nyata
Kau bentuk aku menjadi manusia yang tak hampa dalam kekosongan jiwa

Kau juga mengajarkan padaku bentuk kasih sayang yang tak terdefinisikan.
Cinta murni yang tak bisa terhenti…yang selalu memberi tanpa ada perhitungan.
Sebentuk rasa yang meminta pengorbanan tanpa penyesalan.

Kau adalah pembuka tiga mataku.
Sungguh.

Kusadari kini bahwa kaulah kunciku menemukan kebahagiaan yang lebih hakiki.

Terimakasih, Sayang…

                                                         (Buat bintang kecilku yg cantik, I luv u..)

Chapter Three

Sunday, May 20th, 2007

Hari ini aku buka2 kembali archive email yahoo-ku. Kutemukan satu email awal kita, dulu..dulu sekali. Rasanya aneh saat aku membaca selarik kalimat disitu:

I’ve found the key of my heart; but I don’t know whether you’re the right person to open it with that key

Aku menulisnya tanpa aku tahu apakah kelak kau mampu mengambil kunci itu dari dasar lautan lepas tak berbatas. Aku tak yakin kelak kau kan menyeberangi samudera itu dan menyapaku. Apakah kunci itu sekarang masih kau genggam? Aha…kau sudah menggunakannya; aku tahu pasti itu. Kukira kau benar…kau bisa menggunakannya.

Tapi bagaimana?
Bagaimana dengan bagian kelam yang sulit dihapus itu? Apakah kau tak hendak menyembunyikannya?

Kuharap kau tidak akan menyesal telah mengetuk pintu itu. Kuminta jangan pernah berhenti setelah kau masuk ke dalamnya.

Sebab jauh sebelum kau melihat bayangan kita berdua…kita telah menguntai kisah tentang kita bertiga.

Chapter Two

Sunday, May 20th, 2007

390975181_c1002e69d8_m
Aku pikir…aku telah melihat kaki langit. Tapi benarkah itu kaki langit?
Aku melihat sinar lembayung menggantung
Tapi apakah benar itu kaki langit yg sesungguhnya?

Begitu jauh aku telah melangkah. Jutaan jejak tercetak di atas kanvas bumi.
Sedangkan bumi sendiri semakin renta, hingga aku ragu apakah dia masih memiliki kaki langit sejati.

Tapi aku ingin segera rebah di dalam inti cahaya jingganya.
Langkahku tlah tertuntun menyentuh kilau sinarnya.
Haruskah aku berhenti hanya akarena aku ragu apakah itu kaki langit yg sebenarnya?

Chapter One

Monday, May 14th, 2007

Bulankah itu..?
Aku belum tahu.
Yang jelas sinarnya hangat memelukku.

Bintangkah itu?
Aku belum mengerti.
Yang pasti cahayanya bening menyinari.

Bias jurai emasnya memberiku nafas kehidupan,
padaku yg tengah sekarat berbaring di langit kelam

Kebenarankah itu?
Entahlah.

Memaafkan.
Mengakui kesalahan.
Membiaskan kelembutan pada setiap kata yg terucapkan.

Mungkin baru itu yg kupelajari; dan mungkin baru sebagian yg kujalani

Bulankah itu, bintangkah itu, kebenarankah itu…
Yang pasti tlah kutemukan serpihan batinku yang hilang di nadinya.

Conversation Between Bidadari Bersayap Biru and Bidadari Api

Thursday, May 10th, 2007

Fairy
Location: Earth
Mood: Black and Blue

Scene 1.
Bidadari Api (BA)               : Congrats! Have found a better land, yay..?
Bidadari Bersayap Biru (b3): Always found, but never wanna settle like dis
BA: Good. A bitch wanna build a home sweet home on a fertile soul.
B3: Sounds good
BA: don’t u feel ur soul won’t match with his? You came from a very different world…
B3: That’s the reason why I’m sure we’ll match each other. Don’t be jelous like that
BA: We have gone through many things. We are one. No one can separate us
B3: I don’t think so
BA: You are my alter ego
B3: No..I am the super ego.I’m the one who takes control of my own body and soul.
BA: I’m stronger than you. Remember I have dumped you many times?
B3: Yeah I know you are so mean. A black soul who lives deep in my heart. But you won’t anymore. Once I decide to get rid of you..you’ll disappeared.
BA: How dare you are to say such a thing. You wanna leave me on the trash? Hey..you need me. You’ll always want me to assist you.
B3: Nope
B3: Nope
B3: Never
B3: Not anymore…

Scene 2
BA: Do I see hope in your eyes? (they’re actually mine, too)
B3: Isn’t that wonderful?
BA: I hate to see you smile. You have to be a gloomy little person.
B3: I’m not that kinda stupid person anymore. No cry..no fear..
BA: I feel I’m strong, still
B3: You’ll die, soon…

Scene 3
B3: Hey…are you there..?
**silent**
B3: Hah. Have no bravery to face the reality? I’ve said you’ll die.
**silent**
**silent**
B3 (SMILING): Yeah…I think you’ve gone now. I don’t need you anymore.
And I’ll make sure you’ll never come back!

Epilog:…And Bidadari Bersayap Biru lives happily ever after on his new land….

Lucky You

Tuesday, May 1st, 2007

When someday somebody stared at me and said: "Lucky You!"
I got angry and felt being humiliated.
How could he said such a thing!
I was just a poor human being with all the burdens.
The most unlucky person within 30 km (sigh)
But when I saw her…
I realized he’s right.
I am.
the person.
Lucky woman.
Thanks, God!

P.S: To d losers in this universe:
She’s so cute. She’s so beautiful. She’s so healthy. She’s mine.
Poor you!