Ma, Aku (Akan) Datang Untuknya…

Aku tak tahu bagaimana ekspresimu saat mengucapkannya.
Mungkin datar saja. Atau dengan mata sembab berkaca-kaca.

Aku tak tahu.
Saat aku bertanya: ‘Mengapa?’
Kau bilang karena kau ingin, sangat ingin menyentuh dan memeluknya.

Oh, kau sudah mulai merasa memiliknya rupanya. Mengapa begitu terlambat?
Apa kau ingin membuat sebuah lelucon yg tdk lucu (lagi)?

Apa arti kehadirannya di hidupmu sebenarnya.
Apa cuma sekedar bukti bahwa kau mampu, ataukah akhirnya akan benar2 menjadi sebuah jalan kau menemukan kebenaran.

Kau ini…bodoh, kupikir.
Aku sudah terlanjur (dan masih sangat) sakit hati.
Sampai aku berdoa janganlah rasa perih yg manusiawi itu menjadikanku manusia sombong
yang tak mau memaafkanmu.

Entahlah, saat ini tolong jangan berharap terlalu banyak padaku.
Maaf.

Leave a Reply