Archive for February, 2007

Ma, Aku (Akan) Datang Untuknya…

Tuesday, February 27th, 2007

Aku tak tahu bagaimana ekspresimu saat mengucapkannya.
Mungkin datar saja. Atau dengan mata sembab berkaca-kaca.

Aku tak tahu.
Saat aku bertanya: ‘Mengapa?’
Kau bilang karena kau ingin, sangat ingin menyentuh dan memeluknya.

Oh, kau sudah mulai merasa memiliknya rupanya. Mengapa begitu terlambat?
Apa kau ingin membuat sebuah lelucon yg tdk lucu (lagi)?

Apa arti kehadirannya di hidupmu sebenarnya.
Apa cuma sekedar bukti bahwa kau mampu, ataukah akhirnya akan benar2 menjadi sebuah jalan kau menemukan kebenaran.

Kau ini…bodoh, kupikir.
Aku sudah terlanjur (dan masih sangat) sakit hati.
Sampai aku berdoa janganlah rasa perih yg manusiawi itu menjadikanku manusia sombong
yang tak mau memaafkanmu.

Entahlah, saat ini tolong jangan berharap terlalu banyak padaku.
Maaf.

When a Myth is No Longer a Myth…

Sunday, February 25th, 2007

A Big Surprise.
A big gift.

Wwwwow….
Only God who can arrange the plot so perfectly!

(It doesn’t need any further comment, just enjoy it! It’s not a Myth anymore!)

Tanya

Monday, February 12th, 2007


Aku ingat, dulu ada yg bertanya begini padaku:
"Apa kau tahu sejauh apa aku ingin bertemu denganmu?"

Aku menjawab,
"Sejauh kita bisa bisa bertahan hidup dalam dunia maya."

"Bagimana aku bisa menghabiskan banyak waktu dan segalanya hanya untuk bertemu denganmu di dunia maya..jika aku sama sekali tidak ingin menyentuh nuranimu di dunia nyata?"

"Apa yg tidak di dunia maya..?"

"Kau gila…perasaan ini nyata, meskipun tercipta dari sebuah dunia semu"

Aku meragukannya.
Aku coba menepikannya, hanya sekedar menghindar dari rasa takutku sendiri.

Satu kalimat terakhir sebelum dia menghilang terasa seperti sembilu yg mengoyak kalbu:
"Ke manapun kau pergi, aku akan mencarimu…"

Aku tidak pergi kemana-mana. Aku tetap di sini. Dengan jiwa kerdilku dan ketidakberuntunganku.

Banyak hal menimpaku setelah aku menghapus jejakmu.
Sebagian adalah tawa, dan sisanya adalah luka.
Menenggelamkanku dalam satu dunia lain yg sama sekali tdk seperti dunia maya kita, atau bahkan dunia nyata ini sendiri.

Dan saat itu kau datang kembali…sama. Sama seperti dulu…nyaris semu, meski secara raga kau makin dekat denganku.

Tidak ada lagi Samudera yg memisahkan kita. Tidak ada lagi pulsa SLJJ yg menyurutkan nyali.

Kau di sini. Begitu dekat…namun justru makin tak tersentuh buatku….

Semua telah berbeda, kau tahu.
Maka ketika kau bertanya lagi, "Apa kau tahu sejauh apa aku ingin bertemu denganmu?"

Aku menjawab:
"Sejauh batinmu mampu menangkup air mata dan bara dalam dekapmu…"

Dan hanya Tuhan yg tahu kesungguhanmu saat kau berkata,
"Bagaimanapun dirimu, cinta itu masih sama untukmu…."

(Perjalanan kesekian depa dari sebuah hati yang mendamba; tentang dia, yg telah banyak memberi dalam hidupku).

Saat2 Menantimu…

Thursday, February 8th, 2007

Ketika aku mendengar kabar kau akan datang,
Tk terlukiskan betapa hatiku bersorak riang.
Bayangkan…
Di tengah terik mentari yang mengeringkan tenggorokan
Kau akan segera tiba membawa sejuta asa!

Hari demi hari berganti…
Bahkan satu periode hampir kulewati…
Tapi kau tak jua hadir.
Kemana kau? Dimana kau bersembunyi?

Kata mereka kau belum bisa datang
Belum ada kata "DEAL" jelasnya.
Kapan itu…?
Katanya aku harus sabar menunggu.

Kutunggu terus kutunggu.
Makin hari makin gamang jiwaku menantimu.
Seiring berbagai macam spekulasi yg mulai berkembang:
"Ah, dia cuma sekedar fatamorgana, legenda yg ditiupkan untuk menghibur kita!"

Begitulah, harapanku timbul tenggelam di tengah berbagai masalah yg menghadang.
Tapi jauh di lubuk hatiku aku masih setia menantimu.
Menanti kehadiranmu….

BONUSKU!!

Mengumpulkan Titik-Titik Beku

Friday, February 2nd, 2007

Banyak titik- titik di sekelilingku.
Menyebar tak beraturan tanpa bentuk.

Satu..dua..berjuta titik hitam mengapung dalam diam.

Haruskah semua kusatukan dalam satu dekapan?
Membentuk garis, atau sebuah bayangan abu-abu tanpa nama?

Hanya titik-titik.
Abstrak.

Dan aku harus mengumpulkan dan menyatukan mereka sendiri dengan tanganku.
Mampukah…?