SEMALAM…

Pagi ini aku bangun dengan perasaan kacau. Berusaha melakukan Poorna Titali Asana dan Flower Chakra Meditation…tapi tak cukup berhasil meredakan gundah di dadaku.
Rasanya ada sesak yang menekan…uncomfort.

Kujangkau HP yg tergeletak manis di samping bantalku. Off. Jika kuaktifkan…ada sms masuk ga ya…? Berharap tidak. Karena, satu sms lagi saja menyambung sms2 yg semalam..aku bisa muntah.

Untung tidak. Hpku diam sampai sepuluh menit setelah kuaktifkan. Yeah…thanks God!

Sebenarnya apa yg dia inginkan…? Menyakitiku sampai titik darah penghabisan? Menenggelamkanku hingga dasar penderitaan yang paling dalam? Apakah dia tidak punya sedikit rasa malu untuk memutuskan berhenti melakukan hal2 bodoh itu?

Dan kabar yg dia sampaikan itu..apa..? "Mereka akan membawanya pergi. Relakah kau?" Mengapa masih bertanya begitu..?! Dia sendiri bagaimana..? Mengapa tidak bertanya pd dirinya sendiri siapa dia dan apa yg dia bisa lakukan? Nothing! Nothing!!

Aku sudah begitu banyak kehilangan sepanjang duapuluhlima tahun umurku ini. Aku sudah mengakrabi tangisan2 luka itu tanpa aku harus merasa ingin mati. Tapi untuk satu hal itu..tentang dia…tolong jangan pernah sudutkan aku lagi ttg DIA. Karena perasaan kehilangannya itu saja sudah cukup bisa membunuhku….

            (Mereka yg membuatku survive sejauh ini..dia dan ini)

"Sejauh apa ombak berlari meninggalkan pantai…dia pasti akan kembali…"
                                     Begitukah..?

Leave a Reply