Archive for December, 2006

KNIFE

Tuesday, December 26th, 2006

You touched my life
with a softness in the night
my wish was your command

until you ran
out of love

I tell my self I’m free
got the change of living just for me
no need to carry on
now that you’re gone

CHORUS
Knife
cuts like a knife
how will I ever heal
I’m so deeply wounded
knife
cuts like a knife
you cut away the heart of my life

When I pretend when I smile
to fool my dearest friends
I wonder if they know
it’s just a show
I’m on a stage day or night
through my charades
but how can I disguise
what’s in my eyes

(Repeat CHORUS)
Oh oh oh oh oh …
I try and try locking up
the pain I feel inside

the pain of wanting you
wanting you

(Repeat CHORUS)

Note:

Just wanna post this song, not really wanna dig the lyric deeper. Coz when you ran
out of love, and
the pain of wanting you made me live on a stage day or night
through my charades…
I found my saviour.

It’s me myself who could save my own life…

Catatan Akhir Tahun Bidadari Bersayap Biru

Tuesday, December 26th, 2006

Mungkin aku adalah perempuan paling beruntung sedunia.
Aku punya seorang anak laki-laki yang ganteng,
Calon anak perempuan yang manis,
Orang- orang di sekelilingku yg selalu memberi support,
Pekerjaan…

Dan seorang lelaki yang (masih) bisa mencintaiku apa adanya.

Terima kasih untuk semua air mata dan tawa yang Kau anugerahkan padaku sepanjang tahun ini, Tuhan…semoga itu bisa menjadikanku lebih dewasa dan bijaksana.

Amin.

Pembangunan Fly Over: Bikin Sopir Mikrolet Serasa Game Over!

Thursday, December 21st, 2006

Sudah sebulan ini aku jd penumpang setia mikrolet tiap berangkat dan pulang kerja. Dengan rute yg lumayan jauh, rasanya jadi siksaan tersendiri tiap kali lewat area pembangunan Fly Over di daerah Blimbing itu.

Macet.
Sopir2 bis jurusan Surabaya-Malang bilang mereka kena macet Lapindo II di situ. Sementara para sopir mikrolet sumpek, sudah penumpang sedikit, ngantri, boros bensin, rute kadang diganti2…

Pertama kali kejebak macet di situ, rasanya bete banget! Bayangin, udah berangkat telat dari rumah, mikrolet AG-nya lelet, di kantor kerjaan numpuk, ehh…pake acara berhenti di situ lagi. Double impact, deh.

Tapi lama2, selama sebulan ini, sepertinya aku udah bisa menerima itu sbg "kenyataan perjalanan" yg harus kulalui. Lagian kupikir lebih kasihan para sopir mikrolet itu…rugi bandar.

"Boros bensin mbak, beneran…ga sumbut sama setoran yang didapat. Tapi bagaimana lagi..mau berhenti jd sopir juga ga ada kerjaan lain…," Keluh mereka.

"Iya sih, setelah proyek Fly Over ini selesai lalu lintasnya akan tambah lancar..tapi itu kan satu tahun lagi…la sebelum itu lo…piye iki?"

la wes manut ae wesmbuh ga ruh…," Salah satu penumpang di belakang-yang wajahnya agak kesal- menimpali.

Aku cuma mendengarkan sambil ngelus2 perut. Dalam hati berkata: "Asal ga kejebak macet gini pada saat mau melahirkan saja, hehehehehe."

Hmm..memang proses awal, proses memulai yg baik itu terasa sulit…ya begini ini contohnya. Padahal tujuan proyek itu sudah jelas: memperlancar arus lalu lintas di (sebagian) kota Malang. Tapi karena itu mega proyek, ya makan waktu lama. Prosesnya juga me"ngorbankan" banyak pihak -siapa lagi-ya para pengguna jalan.

Yah..semoga saja pembangunan Fly Over itu lancar, cepet kelar, dan yang penting…kontraktor yang bagian mengerjakannya ga terlalu bandel banyak korupsi. Sebab jika begitu–seperti banyak terjadi di Indonesia– jalan/jembatan/bangunan yg baru diresmikan ambrol/rusak karen minimnya kualitas bangunan.

Kan rugi toh pengorbanan para sopir mikrolet itu??

“Mama Berangkat Kerja Dulu Ya, Nak…”

Monday, December 18th, 2006

Cahaya mentari keemasan belum lama menghangatkan kulit bumi. Bau harum sabun si Kecil baru saja menyeruak memenuhi rongga hidung. Tapi jam bekerja telah hampir tiba.

"Mama berangkat kerja dulu ya, Nak…"
"Nggak mau..Mama di rumah aja, nggak usah kerja," si kecil merajuk.
"Loh..kalo nggak kerja kan nggak bisa beliin Adek mainan…"
Ngambek.

"Adek sama Eyang, ya..? Atau sama Mbak Sum? Mama kerja dulu, nanti sore Mama beliin es krim deh.."

Rutinitas pagi anda kah itu? Selama 6 hari kerja? Bagaimana anda menghadapi saat2 "menyedihkan" itu? (Thanks God, dalam hal ini at least Raihan tidak mengalaminya)

Kalau pas di rumah, aku sering melihat adegan itu antara kakak dan anaknya yg masih berusia 3 tahun. Kasihan banget si kecil, yah..meskipun dia sudah cukup mengerti dan cuek saat Mamanya pamitan, rasanya aku masih saja melihat "tatapan tidak rela" di matanya.

Aku yakin, di dunia ini– di Indonesia, jutaan anak mengalami hal yg sama. Fenomena ibu bekerja sudah sangat wajar- entah untuk aktualisasi diri atau untuk membantu (bahkan sumber utama) mencari nafkah. Jatah cuti (jika ada) yg hanya sekitar 3 bulan (di sini cuma 2 bulan..hiks!) rasanya tidak cukup untuk sebuah kebersamaan awal yg penting. Dan setelah 3 bulan itu…si kecil tidak hanya kekurangan supply ASI, tapi juga sentuhan kasih Ibu…

Masih mending kalau di rumah ada Nenek, Kakek atau famili lain yg bisa diminta mengasuh. Kalau si anak ditinggal dengan si Bibik saja…duh..Kalau si pengasuh telaten dan berpengetahuan baik ttg cara2 mengasuh anak, okelah..tapi klo "sekedarnya" saja? Eman2…Kita banyak kehilangan waktu melihat pertumbuhan dan perkembangan, dan juga saat2 efektif untuk mendidiknya sesuai harapan kita.

Bukan berarti Ibu bekerja selalu berdampak tidak baik bagi perkembangan anak, sih. Di sini, I’m not talking and debating about that. Cuma pengen mengingat…sebentar lagi HARI IBU. Cuma pengen mengingatkan..betapa pentingnya peran dan arti seorang Ibu.

And I’m a mother.
Suatu saat nanti aku juga akan mengalami waktu2 menyedihkan itu. Saat aku harus memeluk si kecil dan berkata:
"Mama pergi kerja dulu ya, Sayang…."

Duh…

POLIGAMI (akan) dilarang (oleh pemerintah)?

Tuesday, December 5th, 2006

Mengejutkan!

Denger berita terbaru soal poligami, kan? Pemerintah menyatakan akan melakukan koreksi ulang PP no 10 yg udah direvisi mjd PP no 45/th 1990 ttg larangan poligami bagi PNS. Rencananya, larangan poligami akan diberlakukan tidak hanya bagi PNS, tapi juga bagi masyarakat umum.

Wah!

Sebenarnya..apa Poligami itu sebegitu buruknya? Jawabannya tergantung.
Tergantung keadaan, alasan, dan para pelakunya. Jika para subjek dan
objek dr pernikahan itu "waras", nikah lagi
(tentu saja pernikahan yg "sehat") bisa menjadi pencegah tindakan
pendzaliman wanita dan keturunannya…(contone kayak yg dilakukan Aa
Gym–Insyaallah). Lagian, sebenare kn jelas sudah ada aturan baku ttg
hal itu di dalam Agama. sopo sing berhak nikah lagi, sopo sing berhak
dinikahi (lagi), opo syarate…

Klo sampe poligami jd hal buruk, media pendzaliman wanita dan perusak
mahligai rumah tangga, itu berarti pelakunya TIDAK MEMENUHI SYARAT
seperti yg disebutkan dlm Al Qur’an. La kok wani2ne poligami?
Haduh…aturan Sing Nggawe Urip ae dilanggar opo maneh CUMA aturan
pemerintah.

Dan yang ironis, protes masyarakat soal poligami ini justru "baru terdengar dan ditanggapi" pemerintah ketika orang sekaliber Aa Gym yang melakukannya (baca di koran: SBY banyak mendapat sms protes sola poligami setelah Aa Gym menikah lagi). Yup, dari satu sisi, memang apa yg dilakukan beliau sangat riskan, karena beliau adalah panutan masyarakat, role model yang selama ini dianggap tahu agama tapi tidak tertarik poligami. Tapi di sisi yang lain, bukankah kita juga bisa mengabil I’tibar (waduh kok maleh ngene yo bosoku) bahwa Insyaalah ini bisa dipake contoh sebuah poligami yang bener, yang lurus…dan poligami2 yang selama ini banyak menghasilkan kekerasan dlm rumah tangga, penistaan perasaan dan hak istri dan anak itu yang seharusnya dikecam dan dilarang.

Yah..sekilas PP itu menjadi pencerahan bagi para wanita. Bener, hal itu menjaga "keutuhan rumah tangga dari luar", menjamin ke-tunggal-an status sbg istri..Tapi apa UU itu mampu menahan naluri lelaki (terutama yg buaya) untuk mencari PIL lagi?

Tentu tidak!

Bahkan, yg terjadi, efeknya mungkin bisa lebih buruk lagi. Teorinya, jika anak sekolah pas ujian tidak boleh saling tanya jawaban, mencontek (diam2) adalah solusinya. Jika aborsi (scr legal) dilarang, maka aborsi illegal (yg notabene tidak aman) akan dipilih. Dengan analogi seperti itu, maka bisa besar kemungkinan: poligami dilarang, perselingkuhan akan semakin gila!!

Yang rugi siapa lagi? Ya tetep aja PEREMPUAN!

Misalnya klo kasusnya begini: ada lelaki yg dengan berbagai macam alasan selingkuh dengan wanita lain, trus si wanita hamil. Klo dulu solusinya mungkin (mungkin neeeh) si pria (klo msh pny niat baik dan modal) nikahin si wanita. Ya at least…ga begitu aja "make" tanpa follow up begitu loh. Status kan masih dianggap sangat penting di masyarakat kita.

Na…klo sudah ada UU baru itu– dimana tidak hanya pasangan yg menikah lagi tp jg yg menikahkan diberi sangsi– gimana nasib wanita itu coba? (yg lebih penting lagi, gmn nasib anaknya?). La kalok dengan berlakunya UU baru itu malah dijadikan senjata para lelaki buaya darat untuk lari dari tanggung jawab…opo yo ga makin remek tatanan sosial kita?

Jadi bagaimana ini? Boleh poligami wanita yg jd korban, dilarang poligami wanita juga yg jadi korban.

Padahal yang salah bukan poligaminya, tapi pelaku poligaminya. Jadi menurutku tindakan pemerintah melarang poligami itu kurang tepat, bisa2 diprotes ulama lagi tuh, wong kok senengane bikin aturan dewe, nyalahi aturan agomo.

Back to religion aja. Klopun pemerintah mau mengatur soal pernikahan dengan lebih baik lagi, mengurangi penderitaan wanita, membela hak2 istri (dan anak) dan membinasakan para buaya darat, sebaiknya bikin aturan yang "memperjelas" aturan agama yg sudah ada, dengan catatan, harus tegas. Syarat2 poligami di Al Qur’an kan udah jelas, sudah sangat sulit itu dilakukan manusia "biasa". Nah, itu aja dijadikan dasar aturan baru, ditambah kebijakan2 lain yang sesuai dengan perkembangan di lapangan. Intinya bukan melarang, tapi mempertegas syarat2 poligami, sehingga ga sembarangan org bisa poligami. Kalo ada yang melanggar (ga memenuhi syarat tapi nekat), baru ditindak. Begitu lo….itu kan namanya selaras dengan aturan agama. Tapi degan catatan tindakan hukumnya jg musti jelas dan tegas, ga boleh ditawar2. Wong dlm agama aja klo poligami itu sampe menimbulkan tindakan pendzaliman hukumannya DOSA, NERAKA, lo!! (aku pernah baca: lelaki yang beristrikan lebih dari satu dan dia tidak bisa adil, maka kelak di akhirat salah satu kakinya berada di neraka).

Mmm…mungkin seharusnya pemerintah juga bikin PP lain lagi: PP yang melarang para Lelaki buaya darat hidup dan beraktifitas di wilayah Indonesia! (program pembinasaan buaya darat sampe ke akar-akarnya hehehe..)

Ancen wes wayahe tobat paling..donya tambah tuwek kih…….(hiks…)

December Rain: Aa’ Gym Nikah Lagi?!

Sunday, December 3rd, 2006

Aa’ Gym nikah lagi!

Ehm…finally..Loh?!
Sebenarnya bukan kabar yang mengejutkan sih, biasa ajah! Udah banyak kan lelaki di Indonesia ini yang menikah lagi? Dari lelaki biasa yang ga bermodal sampe artis. Apalagi sekelas Aa Gym yang jelas2 tahu hukum Agama. Bedanya mungkin dari alasan, cara dan follow up dari pernikahan (lagi) yang biasa dan yang "tidak biasa" ini.

Yaw…klo Aa Gym yang diberitakan married lebih sekali, rasanya ga pa pa tuh, soalnya kualitas beliau lahir dan batin at least ga diragukan lagi. Bisa adil..bisa memimpin 2 rumah tangga dengan baik. Bener2 ibadah, bukan sebuah "kejahatan".

Tapi liat reaksi Teh Nini di infotainment ga? Subhanallah…aku sempat nangis lo denger untaian kata2nya. Bukan sok sentimentil sih..cuma aku mikir, beruntung sekali wanita ini. Udah sholihah, dikasih kesempatan sama Allah untuk "diuji" seperti ini..dan dia ikhlas. Insyaallah surga tuh ganjarannya. Wah!

Kalo aku…hahaha…December rain! Ikhlas? Ikhlas menerima cobaan tapi setelah sumpah serapah dulu hewhewhew. Aku sumpahin loe jadi batu! Semoga loe ga bisa bahagia selamanya dengan dia! kekekeke….

Begitulah hidup manusia..ada jalannya masing2. Kita diberi kesempatan memilih jalan itu, menjalani, tapi akhir dari semua itu cuma Tuhan yang berhak memutuskan. Cuma Dia yang tahu.

Semoga aja laki2 "biasa" yg berniat nikah (lagi) (apalagi yg niat nikahnya ga "lurus") sekarang bisa mikir gini: Aku harus (at least) sekelas Aa Gym dulu!

Klo gitu kn bisa bikin istrinya masuk surga, bukan bikin istrinya masuk neraka dunia (dan akhirat–> jika dia sampe mutusin melakukan hal2 vandalis/bahkan bunuh diri krn ga kuat dimadu :D)