Archive for July, 2006

The Marriage Test

Thursday, July 27th, 2006

True story, I was happy. My girlfriend and I had been dating for over a year, and so we decided to get married. My parents helped us in every way, my friends encouraged me, and my girlfriend? She was a dream!

There was only one thing bothering me, very much indeed, and that one thing was her younger sister. My prospective sister-in-law was twenty years of age, wore tight mini skirts and low cut blouses. She would regularly bend down when near me and I got many a pleasant view of her underwear. It had to be deliberate. She never did it when she was near anyone else.

One day little sister called and asked me to come over to check the wedding invitations. She was alone when I arrived. She whispered to me that soon I was to be married, and she had feelings and desires for me that she couldn’t overcome and didn’t really want to overcome. She told me that she wanted to make love to me just once before I got married and committed my life to her sister. I was in total shock and couldn’t say a word. She said, "I’m going upstairs to my bedroom, and if you want to go ahead with it just come up and get me." I was stunned.

I was frozen in shock as I watched her go up the stairs. When she reached the top she pulled down her panties and threw them down the stairs at me. I stood there for a moment, then turned and went straight to the front door. I opened the door and stepped out of the house. I walked straight towards my car. My future father-in-law was standing outside. With tears in his eyes he hugged me and said, "We are very happy that you have passed our little test. We couldn’t ask for a better man for our daughter. Welcome to the family."

The moral of this story is:

"Always keep your condoms in your car."

Sepatu Kecil Merah Jambu

Thursday, July 27th, 2006

Tentang Bulan, untuk Pangeran Kecilnya yang tak tersentuh…

Beberapa waktu lalu, Bulan sempat melongok-longok isi lemari pakaiannya. Di antara tumpukan baju2 yg udah lama tidak dia sentuh terlihat sepasang sepatu mungil warna merah jambu. Sepatu rajutan itu kelihatan begitu kecil dan rapuh di telapak tangannya. Saat  Bulan mencoba memasukkan jari2nya di sepatu itu, dia bisa membayangkan betapa mungilnya telapak kaki yg memakainya.

Sudah lama sepatu itu berada di sana. Hampir dua tahun? Wheww…Pemilik sepatu itu pasti kini juga sudah tumbuh besar…Sudah bisa apa dia kini? Berlarian, nyanyi, berhitung, panjat-panjatan? Duh..pasti sudah banyak yang dia bisa sekarang.

Betapa cepatnya waktu berlalu. Semua seperti berlari meninggalkannya sendiri, bahkan sebelum dia beranjak dari titik itu. Seperti sepasang sepatu itu, yang tetap saja diam, kecil dan terlupakan. Semua patahan-patahan cerita itu masih saling berbenturan di benaknya, sebelum sebuah kesadaran menghentakkan: bahwa dia (telah) kehilangannya.

Kehilangan?

Tidak, bukan itu diksi yang tepat untuk kenyataan itu. Sebenarnya Bulan tidak (pernah) kehilangan dia, karena sampai kapanpun juga, dia miliknya. Sejak detik pertama dia ada sampai kelak dia pergi dia adalah miliknya.

Tapi dia tidak ada di sampingnya. Dia tidak tersentuh….dia…begitu jauh tak terpeluk…

Kenapa Tuhan mengirimkan dia untuknya jika kemudian memisahkan mereka?

Sering…saat Bulan melintasi perempuan2 yang menggendong bayinya dia berpikir: Betapa tidak adilnya dunia. Perempuan itu bisa memeluknya, tapi mengapa Bulan tidak? Bahkan ibu peminta-minta berpakaian lusuh itu masih bisa tidur memeluk anaknya…

Apa Bulan begitu tidak pantas tuk mendampingi dia, Tuhan?

Hanya air mata yang menjawab kerinduan yang senantiasa menghentak dada.
Dan sepotong doa yang terapung di tengah malam sepi tanpa cinta:
"Kembalikan dia padaku, Tuhan…"

Dan bintang-bintangpun bergemerincing seperti kepakan sayap-sayap bidadari yang mengabulkan mimpi.

"Selamat Ulang Tahun, Raihan….Mommy wishes you the best…"

A Single Mommy..Why (not)? (’telaah’ dr Nick Cannon’s CAN I LIVE”)

Monday, July 24th, 2006

Bagaimana perasaan menjadi seseorang yang "sempat hampir direnggut kehidupannya bahkan jauh sebelum kita sendiri menyadari bahwa kita hidup?"
Dendam? Marah? Kecewa? Atau sebaliknya, merasa sangat bersyukur?

"Nothing But Love And Respect Thanks For Holding Me Down She Let Me Live…"

Itulah yang isi dari lagu Can I Live ini. Bait-bait lagu ini menggambarkan ungkapan terimakasih Nick pada ibu biologisnya-yang telah meninggal di tahun 80′an-atas keputusannya membatalkan aborsi. Jika saja pada saat itu ibunya meneruskan rencananya, maka tidak akan ada Nick di dunia ini-dan mungkin saja ibu Nick juga akan menyesali keputusannya itu.
….
And having me that will ruin everything huh
It’s alot of angels waiting on their wings
You see me in your sleep so you cant kill your dreams
300 Dollars thats the price of living what?
Mommy I dont like this clinic
Hopefully you’ll make the right decision
And dont go through with the Knife incision
But it’s hard to make the right move…

Yeah…I’m sure it’s hard to make the decision. Berapa waktu yg dihabiskan oleh Ibu Nick sebelum akhirnya dia membatalkan rencananya? 2 bulan…pastilah selama itu dia sangat tersiksa (You see me in your sleep so you cant kill your dreams And I see the flowing tears so know that you hear me) No woman will refuse her child, Man! Sebab naluri keibuan telah terbentuk sejak detik pertama dia menyadari ada makhluk baru di dalam tubuhnya. I’m sure ’bout that!

I am a child of the king
Ain’t no need to go fear me
And I see the flowing tears so know that you hear me
When I move in your womb that’s me being scary
Cause who knows what my future holds

Jika mendengar berita2 di TV ttg aborsi dan pembuangan bayi, yg pertama kali melintas di pikiranku adalah: Di mana Ayah biologis anak itu? Gee…nggak menutup kemungkinan memang Ibunya yg "jahat", but sekali lagi, aku yakin, andai saja saat itu ada seorang laki2 yg memberikan dukungan sepenuhnya di sampingnya..pasti dia akan lebih memilih jalan yg lain.

Well, it may sound scarry, but sometimes I think, Western lifestyle-in some cases-is better. Yea..free sex is damn, but the social respon to the effect of free sex-in this case is the pregnancy- is "better." COME ON…Menurutku kebanyakan keputusan aborsi di luar negeri lebih krn sang ibu masih ingin bebas, nggak mau terikat, masih ngerasa "too young", tapi jika di sini…kebanyakan hal itu dilakukan oleh perempuan belum menikah untuk menutupi malu, menyelamatkan harga diri and nama keluarga. Banyak kasus aborsi yg bahkan dianjurkan oleh orang tua si cewek sendiri dengan alasan menyelamatkan nama baik keluarga. Ufgh….

Let alone a pregnat woman who has no husband, Unvirgin woman aja udah dianggap "nothin" oleh kebanyakan masyarakat kita. Padahal banyak juga lo cowok yg udah ga virgin lagi, hehehe..ayo ngakuuuh! Yea..tapi begitulah "aturan mainnya," mau gimana lagi :D Menurutku sih virginity itu sesuatu yg sangat berharga-and pantas dijaga-tapi bukan "harga mati" yg menentukan harga diri seorang perempuan. Aku paling benci klo ada pembaca berita yg bilang "Laki2 itu telah merampas masa depan Bunga" lo..apa masa depan seorang cewek cuma setipis itu? Berarti "masa depan" cewek berada di tangan laki2 yg menikahinya, dunk-dalam artian klo dia virgin pasti dpt suami yg baik, kalo nggak virgin pasti ga ada lelaki baik2 yg menikahinya- dan kesimpulannya: cewek ga virgin ga akan hidup bahagia dlm rumah tangga.

Btw, Jawa Pos hari ini memuat pernyataan dr seorang perempuan muda (penulis) dr Tiongkok yg bilang bahwa dalam kasus pemerkosaan, lebih baik si cewek memilih "menyelamatkan nyawanya daripada virginitynya", dengan asumsi bahwa mati nggak mati dia pasti kehilangan virginitynya di tangan pemerkosa itu, jadi lebih baik hidup, karena toh tanpa virginity cewek masih bisa berkarya, and lagian, jika cewek itu harus kehilangan nyawa demi mempertahankan virginitynya, sebenarnya dia tidak "Melindungi hak miliknya" tapi melindungi hak cowok yg akan menikahinya (itu opininya). Pernyataan ini banyak mengundang kontroversi. Salah satunya gini: itu bukan masalah mempertaruhkan virginity atau nyawa, tp lebih pada "kewajiban" tiap orang-dlm hal ini cewek- untuk melindungi tubuhnya.

Whoa…klo gt it depends on the owner of the virginity, kan? Hehehehe…

Back to the topic…a single Mommy. What’s wrong with this title? Whatever the reason- no girl want this, but if it’s the reality she should face, why we should give her much more burden by judging her?

It’s uplifting foreal yall
I ain’t passing no judgement
Ain’t making no decisions
I am just telling ya’ll my story
I love life
I love my mother for giving me life
We all need to appreciate life
A strong woman that had to make a sacrifice

Yea..setuju ga setuju dengan tulisan ini, mendukung ga mendukung aborsi, melakukan atau ga melakukan aborsi…it’s all your own choice of life. I just can say…for me..a woman who made a great decision to contimue her pregnancy whatever the consequency she’ll face -like what Nick says in his song- is a strong woman, isn’t she?

Nick Cannon’s “Can I Live?”

Friday, July 21st, 2006


[Talking]
Talking Ma
I know the Situation is Personal
But it something that has to be told
As I was making this beat
You was all I could think about you heard my voice

[Verse 1]
Yeah Just think Just Think
What if you could Just
Just blink your self away..
Just Just wait just pause for a second
Let me plead my case
It’s the late 70’s Huh
You Seventeen huh
And having me that will ruin everything huh
It’s alot of angels waiting on their wings
You see me in your sleep so you cant kill your dreams
300 Dollars thats the price of living what?
Mommy I dont like this clinic
Hopefully you’ll make the right decision
And dont go through with the Knife incision
But it’s hard to make the right move
When you in high school
How you have to work all day and take night school
Hopping off da bus when the rain is pouring
What you want morning sickness or the sickness of mourning

[Chorus]
I’ll Always Be a part of you
Trust Your Soul Know it’s always true
If I Could Talk I’d Say To You
CAN I LIVE
CAN I LIVE
I’ll Always Be a part of you
Trust Your Soul Know it’s always true
If I Could Talk I’d Say To You
CAN I LIVE
CAN I LIVE

[Verse 2]
I am a child of the king
Ain’t no need to go fear me
And I see the flowing tears so know that you hear me
When I move in your womb that’s me being scary
Cause who knows what my future holds
Yo the truth be told you ain’t told a soul
Yo you ain’t even showing I’m just 2 months old
Through your clothes try to hide me deny me
Went up 3 sizes
Your pride got you lying saying ain’t nothing but a migraine
It ain’t surprising you not trying to be in Wic food lines
Your friends will look at you funny but look at you mommy
That’s a life inside you look at your tummy
What is becoming ma I am Oprah bound
You can tell he’s a star from the Ultrasound
Our Sprits Connected Doors Open Now
Nothing But Love And Respect Thanks For Holding Me Down She Let Me Live…

[Chorus]
I’ll Always Be a part of you
Trust Your Soul Know it’s always true
If I Could Talk I’d Say To You
CAN I LIVE
CAN I LIVE
I’ll Always Be apart of you
Trust Your Soul Know it’s always true
If I Could Talk I’d Say To You
CAN I LIVE
CAN I LIVE
[Repeat 2]

[Nick Talking]

It’s uplifting foreal yall
I ain’t passing no judgement
Ain’t making no decisions
I am just telling ya’ll my story
I love life
I love my mother for giving me life
We all need to appreciate life
A strong woman that had to make a sacrifice
Thanks for listening
Thanks for listening
Mama thanks for listening

Pahami Diriku….Kan Kupahami Dirimu

Monday, July 17th, 2006

Kapan itu dapat SMS dari seseorang, yang menceritakan klo suasana hatinya sedang semenggigil udara Malang pada tengah malam. Bad mood. Aku tanyakan ada apa? Dia jawab "nothin..just about my past; biar aku and Tuhan yg tahu"…mentok, deh. Aku cuma bisa mengira-ngira tragedi di masa lalunya and karena udah diancer-anceri "biar dia dan Tuhan yg tahu", aku ngerasa ga berhak digg deeper.

Jadi, pas malamnya dia telp and berkeluh kesah (lagi) ttg moodnya yg lagi buruk banget itu, aku bingung harus ngerespon gimana. Cuma bisa ngasih dikit kata2 klise aja…trus berusaha ngalihin topik ke yg lebih "ceria and ringan" biar dia fresh. Eh, dia malah suntuk, "Kamu kok sepertinya no reken perasaan gue saat ini, sih? Malah ngalihin topik gitu…emang ga ada yg mengerti perasaan gue."

Bingung aku, sumpah. Kalo dia cewek sih aku bisa ngertiin "alur pemikirannya" gimana..tapi ini cowok, bo.."Emang ga ada yg bisa ngertiin gue.." Duh…Ngomong, dunk..makanya ngomong…

Guys…emang tiap orang menginginkan tuk dimengerti ma orang lain. Tapi jangan terlalu berharap begitu, sebab terkadang kita sendiri sulit memahami apa mau kita (baca: Multiple Personality Disorder) apalagi memahami orang. Kalo kita pernah mengalami apa yg sedang dia alami sih mungkin lebih mudah tuk merespon suasana hatinya, klo nggak? Mene ketehe…

Atau mungkin apa yg terjadi saat itu lebih krn cowok agak tengsin untuk curhat, ya? Tapi ujungnya pengen dimengerti juga. Hmmm…***garuk-garuk***

ade binun’…..

Multiple Personality Disorder

Friday, July 14th, 2006

…Akhir-akhir ini aku berpikir bahwa aku ini kena MPD.

Entahlah, mungkin karena aku merasa semakin asing dengan diriku sendiri, aku mulai tak bisa memahami apa yang kuinginkan dan yang kulakukan. Sepertinya aku punya double personalities…mengerikan. Aku seperti hidup dalam dua dunia, dimana di salah satu dunia itu aku tak bisa mengendalikan "diriku". My ALTER ego di satu sisi duniaku itu menyala dan bergelombang tajam. Aku menyebutnya Bidadari Api

Yang aku tahu, di duniaku yg kupahami, aku ini seorang peri kecil dengan sepasang sayap biru.Terbang dengan sebentuk harapan menggapai bintang2 yang bergandengan tangan jauh di langit mimpi. Saat itu aku begitu memahami diriku…mengerti keinginanku. Setiap jeda yg kulalui adalah sewajarnya. Tapi saat aku menjadi Bidadari Api..saat itulah aku tak mengenali karakterku lagi. Aku menjadi manusia bodoh, lemah, tak tahu arah…tapi juga kejam dan penuh dendam.

Itu bukan aku…sungguh…bukan aku…Tapi mengapa dia selalu saja mengikutiku?

Dan aku punya satu matahari di setiap dunia itu. Di dunia penuh bintang itu Unicornlah yang membangunkanku, menemani hari-hariku. Kebersamaan itu begitu indah dan mengalir seperti air yang menyejukkan. Yang kami bagi adalah tawa dan tangis yang nyata, dan cerita yang begitu menyentuh realita.

Di dunia yang abu-abu itu…the Dark Angel lah yang menaungiku. Dia selalu menghantui setiap gerak langkahku, menyedot hawa bahagiaku seperti para Dementor. Pun begitu aku selalu jatuh dalam dongeng2 yang diciptakannya. Maka bersamanya aku berpetualang seperti dua jiwa kesepian yang mengitari dunia abstrak nan kelam.

Kadang saat aku terbangun dari bagian dunia semu itu aku sangat ketakutan. Sungguh…aku seperti tak mengenali ekspresiku sendiri yang terpantul di cermin buram itu. Begitu naif, penuh gejolak dan hitam. Hitam….ya Tuhan…itukah jiwaku yang sesungguhnya??

Bangunkan aku saat aku jatuh dalam sisi tak berbentuk itu, tolong…My Unicorn…susupkan cahayamu melewati batas kelam itu agar aku bisa kembali pulang. Sungguh aku telah lelah menyusuri kegilaan2 itu. Aku takut pada akhirnya sosok Peri Kecil yang manis itu lenyap dari dunia nyataku. Please save me from the noting I’ll become!!

Buaya Darat Berhidung Belang

Tuesday, July 11th, 2006

Kenapa sih lelaki berhidung belang (yang hidungnya sebenarnya juga ga belang) disebut juga BUAYA DARAT? Apa hubungan mereka dengan salah satu jenis reptil itu, sampe binatang berkulit tebal itu harus merelakan namanya di pake dengan konotasi negatif seperti itu?

Padahal seperti yg pernah kubaca di SeaWorld, buaya adalah orang tua yg baik (CAUTION: tidak berlaku kebalikannya–> orang tua yg baik adalah buaya (darat)). Buaya tidak akan meninggalkan anaknya sebelum mereka beranjak dewasa. Buaya hidup berkoloni, setia pada rekan and habitatnya.

Mmm..mungkin terminologi itu dibuat berdasarkan pola buaya mencari mangsa. Setelah melihat incarannya, buaya akan mencari posisi untuk mengintai victimmya, menunggu saat yg tepat untuk melancarkan serangan mematikannya. Biasanya buaya menyerang buruannya dia dalam air (atau klo dia mendapatkan mangsa di darat, dia akan menyeretnya ke dalam air). Buaya2 itu menyelam mendekati mangsanya, dan saat mangsanya lengah…moncongnya yg kuat menyambar bagian terdekat tubuh victimmnya tanpa ampun. Begitulah gambaran para buaya darat mencari mangsa. Begitu penuh tipu muslihat..tenang..tapi dapat, BUSYEEEtt!! (kekekeke…ngingetin lagune RATU yg ga mutu itu sihh..:D)

Atau..mungkin penggunaan nama buaya darat itu berdasarkan pada kenyataan bahwa ukuran otak buaya hanya sebesar cerutu. Dengan kata lain, buaya jarang memakai otaknya yg cekak itu dalam kehidupannya, tapi lebih mengandalkan insting. Para lelaki buaya darat itu juga begitu, mereka tidak menggunakan otaknya dalam bergerak..tapi lebih pada nafsu and ambisinya.

Gee, bagaimanapun asal usul kata "Buaya Darat" itu…yang jelas..baik buaya2 darat maupun buaya beneran adalah makhluk2 yg mengerikan dan ganas. WATCH OUT, girls!

La Tahzan

Tuesday, July 11th, 2006

                         "Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan"
                                                        * * *            
Ada yg ngasih semacam surprise semalam. Mengganggu tidurku, sih..tapi ternyata gangguan yg menyenangkan. "Aku udah di bawah.." Hehehehe…waktu aku turun, ternyata dibawain buku. Birthday gift yg tertunda temanya :D
Aku pikir apa..ternyata sebuah buku berjudul "La Tahzan." Pertama kali melihatnya, aku sempat mikir, bacaan berat, nih. Tulisan "Best Seller book di Timur Tengah" agak melegakanku. Yeah…

La Tahzan, "Jangan Bersedih". Semacam self-help book versi Islam gitu (selama ini buku2 self-help yg sering kubaca kebanyakan versi "barat").
Sempat kubaca-baca sebentar sebelum melanjutkan tidurku yg terpotong tadi…enak dibaca ternyata.

"Aku beli buku itu karena aku ingin kamu nggak pernah merasa sedih.." Duh…aku ini jarang bersedih, tapi sering menyesal, hehehe..parah. And di antara tulisan2 di buku itu aku menemukan kata2 begini:

"Sesungguhnya orang2 yg terus menyesali apa2 yg telah terjadi, terus melihat ke belakang adalah orang2 yg merugi. Sesungguhnya segala sesuatu terjadi atas kehendakNya, dan bila kita bisa meletakkan segala sesuatunya di atas keimanan kita pada Allah, maka kita akan lebih mudah mengambil hikmah dari apa2 yang terjadi, bahkan yg terburuk sekalipun."

Sepertinya aku harus melahap habis buku itu (meski dengan rentang waktu yg lebih panjang dibanding saat aku menikmati novelnya Dan Brown hehehe). Thanks a lot, Hun…you rocked my night!

Pada titik Nol

Thursday, July 6th, 2006

Akhirnya..setelah 2 hari FS ga bisa terakses, hari ini terlampiaskan juga banyak hal yg menyesaki benakku.

Yeah…after party. Gimana rasanya menjadi cewek 25 tahun?
I feel so fine. It’s true…there are many things I wished I din’t do at my past…but I feel so lucky with whatever I have at present, anyway. Nothin is useless if we can think the meaning behind, isn’t it?

Jadi tanggal 2 kemaren…langkahku tlah tiba di titik ke-25. Sudah cukup tua, semestinya aku sudah bermetamorfosis menjadi gadis dewasa saat ini.

Titik Nol..aku lebih suka menyebut tanggal 2 kemaren begitu, walaupun sebenarnya aku ngga suka mendeskripsikan sesuatu dengan angka. Rumahnya berjarak 10 km dr sini, misalnya, lebih enak dibilang rumahnya dekat pasar, kan? Atau rumah mewah bernilai 800 juta, kenapa nggak dideskripsikan dengan indah seperti: rumah kokoh dengan jendela2 rendah yg besar menghadap jalan, memiliki sebuah ruangan besar tuk membaca yg lengkap dengan koleksi buku2 berkualitas dr berbagai bidang and bahasa, dikelilingi pagar tangguh yang dipermanis dengan bunga geranium  dan tulip yang begitu cantik…duh….

Oke, back to the topic hehe…Titik NOL. Titik di mana aku berdiri lebih tegak lagi menatap ke depan. Nice thought! Titik di mana aku benar2 mulai bisa mengembangkan pikiran2 tuk menggapai harapan2 yg belum teraih. Bukankah pikiran kita itu seperti sebuah parasut, yang hanya akan bisa dipakai dengan baik bila kita membukanya?

Dan akhirnya, meskipun tanpa ciuman manis, malam itu tlah terasa cukup brarti bagiku. Kututup malam itu dengan doa:

"Tuhan…berikanlah aku kekuatan untuk mengubah apa-apa yang aku bisa ubah, keberanian untuk menjalani perubahan-perubahan itu, kedewasaan untuk menerima apa-apa yang tak bisa aku ubah, dan kebijaksanaan untuk menyikapi ketiganya."

O ya..tambah doa ini lagi:
"Tuhan..selamatkanlah hambaMu ini dari berbagai macam GOSIP yang aneh, dan dari orang2 aneh yang berniat menggosipkanku. Karuniakanlah kepada kami semua petunjuk untuk melihat KEBENARAN YG SESUNGGUHNYA, dan karuniakan pula kedewasaan pada kami untuk mendapatkan hikmah yg tersembunyi di balik gosip2 itu…AMIN…"

*SIGH*
‘Memang susah jadi cewek imut yg menjomblo….’

Happy B’day Joely….hope all you dreams will come true!!