Bagaimana perasaan menjadi seseorang yang "sempat hampir direnggut kehidupannya bahkan jauh sebelum kita sendiri menyadari bahwa kita hidup?"
Dendam? Marah? Kecewa? Atau sebaliknya, merasa sangat bersyukur?
"Nothing But Love And Respect Thanks For Holding Me Down She Let Me Live…"
Itulah yang isi dari lagu Can I Live ini. Bait-bait lagu ini menggambarkan ungkapan terimakasih Nick pada ibu biologisnya-yang telah meninggal di tahun 80′an-atas keputusannya membatalkan aborsi. Jika saja pada saat itu ibunya meneruskan rencananya, maka tidak akan ada Nick di dunia ini-dan mungkin saja ibu Nick juga akan menyesali keputusannya itu.
….
And having me that will ruin everything huh
It’s alot of angels waiting on their wings
You see me in your sleep so you cant kill your dreams
300 Dollars thats the price of living what?
Mommy I dont like this clinic
Hopefully you’ll make the right decision
And dont go through with the Knife incision
But it’s hard to make the right move…
Yeah…I’m sure it’s hard to make the decision. Berapa waktu yg dihabiskan oleh Ibu Nick sebelum akhirnya dia membatalkan rencananya? 2 bulan…pastilah selama itu dia sangat tersiksa (You see me in your sleep so you cant kill your dreams And I see the flowing tears so know that you hear me) No woman will refuse her child, Man! Sebab naluri keibuan telah terbentuk sejak detik pertama dia menyadari ada makhluk baru di dalam tubuhnya. I’m sure ’bout that!
I am a child of the king
Ain’t no need to go fear me
And I see the flowing tears so know that you hear me
When I move in your womb that’s me being scary
Cause who knows what my future holds
Jika mendengar berita2 di TV ttg aborsi dan pembuangan bayi, yg pertama kali melintas di pikiranku adalah: Di mana Ayah biologis anak itu? Gee…nggak menutup kemungkinan memang Ibunya yg "jahat", but sekali lagi, aku yakin, andai saja saat itu ada seorang laki2 yg memberikan dukungan sepenuhnya di sampingnya..pasti dia akan lebih memilih jalan yg lain.
Well, it may sound scarry, but sometimes I think, Western lifestyle-in some cases-is better. Yea..free sex is damn, but the social respon to the effect of free sex-in this case is the pregnancy- is "better." COME ON…Menurutku kebanyakan keputusan aborsi di luar negeri lebih krn sang ibu masih ingin bebas, nggak mau terikat, masih ngerasa "too young", tapi jika di sini…kebanyakan hal itu dilakukan oleh perempuan belum menikah untuk menutupi malu, menyelamatkan harga diri and nama keluarga. Banyak kasus aborsi yg bahkan dianjurkan oleh orang tua si cewek sendiri dengan alasan menyelamatkan nama baik keluarga. Ufgh….
Let alone a pregnat woman who has no husband, Unvirgin woman aja udah dianggap "nothin" oleh kebanyakan masyarakat kita. Padahal banyak juga lo cowok yg udah ga virgin lagi, hehehe..ayo ngakuuuh! Yea..tapi begitulah "aturan mainnya," mau gimana lagi
Menurutku sih virginity itu sesuatu yg sangat berharga-and pantas dijaga-tapi bukan "harga mati" yg menentukan harga diri seorang perempuan. Aku paling benci klo ada pembaca berita yg bilang "Laki2 itu telah merampas masa depan Bunga" lo..apa masa depan seorang cewek cuma setipis itu? Berarti "masa depan" cewek berada di tangan laki2 yg menikahinya, dunk-dalam artian klo dia virgin pasti dpt suami yg baik, kalo nggak virgin pasti ga ada lelaki baik2 yg menikahinya- dan kesimpulannya: cewek ga virgin ga akan hidup bahagia dlm rumah tangga.
Btw, Jawa Pos hari ini memuat pernyataan dr seorang perempuan muda (penulis) dr Tiongkok yg bilang bahwa dalam kasus pemerkosaan, lebih baik si cewek memilih "menyelamatkan nyawanya daripada virginitynya", dengan asumsi bahwa mati nggak mati dia pasti kehilangan virginitynya di tangan pemerkosa itu, jadi lebih baik hidup, karena toh tanpa virginity cewek masih bisa berkarya, and lagian, jika cewek itu harus kehilangan nyawa demi mempertahankan virginitynya, sebenarnya dia tidak "Melindungi hak miliknya" tapi melindungi hak cowok yg akan menikahinya (itu opininya). Pernyataan ini banyak mengundang kontroversi. Salah satunya gini: itu bukan masalah mempertaruhkan virginity atau nyawa, tp lebih pada "kewajiban" tiap orang-dlm hal ini cewek- untuk melindungi tubuhnya.
Whoa…klo gt it depends on the owner of the virginity, kan? Hehehehe…
Back to the topic…a single Mommy. What’s wrong with this title? Whatever the reason- no girl want this, but if it’s the reality she should face, why we should give her much more burden by judging her?
It’s uplifting foreal yall
I ain’t passing no judgement
Ain’t making no decisions
I am just telling ya’ll my story
I love life
I love my mother for giving me life
We all need to appreciate life
A strong woman that had to make a sacrifice
Yea..setuju ga setuju dengan tulisan ini, mendukung ga mendukung aborsi, melakukan atau ga melakukan aborsi…it’s all your own choice of life. I just can say…for me..a woman who made a great decision to contimue her pregnancy whatever the consequency she’ll face -like what Nick says in his song- is a strong woman, isn’t she?