Archive for June, 2006

Menidurkan Mimpi

Wednesday, June 28th, 2006

Sometimes we need to dream just to ensure ourselves that we can still sleep well.
But in fact, when it’s the time to wake up, those dreams often feel so hurt…

                                                      ****

Hari ini aku bekerja seperti gila hanya untuk melupakan bahwa aku merasa kehilangan.
Rasanya seperti habis menelan kapsul sepuluh. Pahit, sesak…dan traumatis. Duh…rupanya tlah tiba saatnya tuk mebuka tiga mata jiwa, setelah sekian waktu terbuai mimpiku.

Rasanya aneh. Aku merasa sakit, tapi tak sanggup menangis. Aku merasa lucu, tapi tak mampu tertawa. Benar-benar aneh hari ini berlangsung. Semua seperti berjalan tumpang tindih dalam ruang benakku.

Semua itu berawal dari sebuah statement mengejutkan itu. Gee…selama hampir dua puluh lima tahun umurku, baru kali ini aku merasa dibodohi yang semacam itu. Tapi sakitnya sama aja ternyata…duh…jleb, jleb! Aku itu tipe orang yg sulit percaya pada orang, tapi klo sekali percaya, percayaa..banget. Udah gitu aku sangat menghargai kejujuran. Bila pada akhirnya orang yg sangat kupercayai mementahkan semua kejujuran yg kutanamkan itu..apa nggak pengen vandalis rasanya.

Yang aku sesalkan…sejak awal aku udah begitu terbuka ma dia dan aku pikir dia sudah cukup dewasa tuk bisa menyikapi apa2 yang aku deskripsikan padanya. Jadi dr awal aku juga udah tekankan ke dia, jujurlah padaku, begitu. Lebih baik sejak semula saling tahu mau masing2 kan, jadi klo toh ada hal2 yg tidak enak, masing2 bisa menyikapinya dengan baik, dan yg pasti, ga bakal ada yg merasa (sedikit?) dimanfaatkan. Aku sudah paparkan zone2 yang bisa aku dan dia lalui. Kalau tidak ingin ke tujuan itu jangan masuk ke zone di sekitarnya, begitu deh simpelnya. Dan jangan bohongi diri sendiri, apalagi membohongiku kayak gitu,it’s like a coward, ye know. Lagian seharusnya dia ngerti (aku udah berkali-kali bilang ke dia, lo), he may see me as a tough girl, but I’m weak inside. Once I fall, I need long time to get up again. And in fact, it happens..again!

Hari apa sih kemaren itu? Selasa? Selasa apa? (mmm..sepertinya bukan wetonku :P). Setelah detik2 yg menegangkan itu, aku hampir aja kesetrum waktu nyopot charger HPku. Terpaksa harus tidur dengan lampu mati (aku ga suka tidur minus cahaya..!!). Jam setengah dua dini hari, dari jendela yg tirainya kubuka separuh, terdengar bunyi aneh. TEK TEK TEK…Duh…masa sih digodain hantu segala? Hmmp…lengkap deh penderitaanku (untung ga lama kemudian terdengar bunyi mencicit di luar..ghh..anggap aja itu memang suara tikus hehehe).

Dan hari ini, aku pikir mentari enggan bersinar, ternyata enggak. Sinarnya begitu hangat menyentuh kulitku. Tapi perasaan hampa itu masih saja bergayut di hatiku. Is it the early surprise for my upcoming Birthday? Hah…I wished it’s true..gee…mencoba bermimpi lagi, ya?! Hmm…do I need to thank him for giving that very "awesome" Birthday gift? Damn you!!

Jadi hari ini judulnya sakit hati. Perih..seperti abis digigit gorila!! Apa dunk obatnya?

mY bIrThDaY wIsH (es)

Tuesday, June 27th, 2006

Hmm…ntar lagi my Birthday. Ga terasa, udah tua gue hehehe. 25 tahun…what should a 25 year old woman have?
A stable life…maturity…faith…ugh….and true love? Haha..seringnya, aku malah melewati 2 Juli tanpa someone special. Uff..that’s a very long time ago hehehe…

Birthday kali ini aku harap menjadi hari spesial dalam hidupku. Tahun kemaren itu Birthday terburukku, sangat buruk. 2 tahun lalu aku melewatinya dengan pujangga kecil Allaya, that’s so awesome!
Minggu depan mungkin dengan teman2…yeah…teman selalu ada di jeda waktu manapun kita berhenti. Spending the day with my Bro(s)…not bad, isn’t it?

Berharap dapat kado apa, Honey? Mmm…semalam bersama Jake Gyllenhaal, hehehe…Nothin’ more special than the sweet time with friends, really.  That makes me realize tha I’m still meaningful and understandable. Nggak pengen aneh-aneh. Cuma pengen berbagi senyum bersama orang2 yg kusayangi dan yang menyayangiku :P

Yg pasti, setelah hari itu, aku ingin menjalani hidup yg lebih baik. Lancar rejeki, jodoh….(Amin)

Mutant in the Mud

Tuesday, June 20th, 2006

Ngikuti perkembangan berita meluapnya lumpur PT Lapindo Brantas? Makin hari makin parah, ya? Terakhir diberitakan semburan lumpur panas disertai asap di Porong, Sidoarjo Jawa Timur
mulai memakan korban. Dua warga desa Jatirejo dan desa
Reno Kenongo, diduga meninggal dunia setelah berhari-hari menghirup
asap beracun yang keluar menyertai semburan lumpur panas itu.

Tahu nggak, menurut penelitian pihak Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, lumpur panas lapindo mengandung limbah
bahan berbahaya dan beracun (B3). Bahan berbahaya itu diantaranya
adalah phenol mencapai 4,25 mg/L dan 3,37 mg/L, jauh dari ambang batas
normal 1 mg/L. Tidak hanya itu, kadar chemical oxygen demand atau (COD)
di lokasi lumpur panas itu pun tergolong tinggi, hingga 8.000 mg/L
hingga 24.000 mg/L. Padahal, batas normalnya adalah 300 mg/L.

Juga
biochemical oxygen demand atau BOD yang mencapai 3.840 mg/L hingga
11.520 dari ambang batasnya hanya 150 mg/L. Untuk gas, dicurigai yang
keluar bersamaan dengan lumpur dan air adalah gas Hidrogen Sulfida
(H2S). Gas yang memiliki bau seperti telur busuk ini mampu
mengacaukan sistem syaraf pusat dan pernapasan serta menimbulkan
serangan jantung (News and Photo Blog of East Java Indonesia; Nugroho, Iman). Wihh…scarry.

Nah, kalo dampak jangka pendek bagi kesehatan aja udah terasa begitu ngeri, apalagi dampak jangka panjangnya. Seperti diketahui lumpur itu udah menggenang jauh ke perkampungan warga, ke persawahan. Nah…zat2 beracun itu pastinya udah terserap ke dalam tanah, menetap di situ. Bisa dipastikan area persawahan itu jadi ga berkualitas lagi tuk ditanami tanaman pangan. Sumber air bersih juga bisa tercemar. Duh…

Trus..pernah bayangin, ga..misalnya zat2 yg menyatu dengan alam Sidoarjo itu tidak hanya merusak ekosistem yg ada, mematikan banyak makhluk yg hidup di alirannya, tapi lambat laun juga bisa merubah genetika mereka? Ha…seperti cerita film itu, seekor buaya yg terbuang di saluran air yg tercemar, and lama kelamaan dia tumbuh jadi buaya raksasa. Wihh….mungkin ga ya?? Sepuluh tahun lagi mungkin ditemukan kecoa sebesar baskom atau kadal sebesar komodo di Sidoarjo, hahhhh, attuuut!! Eh, bisa dibikin film kali ya, yg berniat kerjasama bikin skenario, bisa hubungi aku, deh…

Winnie Weets’ Tick Tick First Love

Tuesday, June 20th, 2006

Tick Tack goes tick tack trough the tick tick streets
When the thick Tick Tack bumps into the thin wet Winnie Weet,
he hears her grumbling: "Uuuh…where is the shy sky who ussually lies behind the creeps?"
"He’s nowhere now," answers the Tick Tack

"The sky has changed dark. He’s too shy to show up"
"I think it’s only becoz the darkness is too arogant. He ate the brightness"
"And the darkness can only be blown by the sun’s shines"

"Where the sun goes to?"
"She just walks to and fro"
"I’ll follow her, then. I hate being awake in the darkness"
"Is the moon too pale for you?"
"She’s absolutely nothin’ for me. I even think that she’s funny"
"Why?"
"She’s so cute, so weak…oh, only God who knows why she should be the one who handdle the night"
"The rule of the universe is right, no objection"

And then the Winnie Weets moans.

"You’ve got the first answer!" Tick Tack shouts
"Imagine if you have to sleep under the sun..oww…."
"Then I’ll dig the hollow"
"Narrow hollow…", Tick Tack laugh, in sorrow
Her laughter sounds tak tack on the tick tick streets.

When he moves, Winnie Weets nods.
"Don’t you know that you’re the first one who said the sentence to me?"
"What?"
"The meaning of the darkneess, the night and the moon."
"It sounds that I’m like a bat"
"Would you please stay here?"
"I’ll be back soon"

And the Tick Tack leaves the Winnie Weets in gloomy mood.
The thin Winnie Weets cries and cracks the roots behind his coat.

"I fall in love with him, but he left me like a boat."

(….Cuma pengen nge-post ini aja, nguji vocabs and rhyming skill-ku hehehe, but there’s something hidden behind the story, if you wanna dig deeper….will you?)

7 Dont’s After a Meal

Thursday, June 15th, 2006

7 hal yg sebaiknya TIDAK dilakukan setelah makan:

1. Jangan Merokok - Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar)

2. Jangan langsung makan buah-buahan - Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut dipenuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan

3. Jangan minum Teh - karena daun teh mengandung kandungan asam  yang tinggi. kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna

4. Jangan mengendorkan ikat pinggangmu - Mengendorkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terblokir

5. Jangan Mandi - Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan badan yang menyebabkan jumlah dara sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan system pencernaan di dalam perut kita)

6. Jangan Berjalan-jalan - Orang-orang sering mengatakan bahwa berjalan beberapa langkah setelah makan akan memperpanjang umur. Pada kenyataannya hal ini tidaklah benar. Berjalan akan menyebabkan system pencernaan tidak mampu menyerab nutrisi dari makanan yang telah kita makan

7. Jangan langsung tidur - Makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan usus mengalami kembung dan peradangan

No Gain No Pain?

Thursday, June 15th, 2006

Demam piala dunia.

Ow…hal hot yanng dibicarakan at present cuma seputar bola. Masalah gempa Jogja, kebocoran gasLapindo Brantas di Sidoarjo and tragedi Merapi tersaingi, deh. Uhhh..padahal aku ga suka nonton olahraga yg satu itu. Kemaren anak2 iseng nonton pertandingan antara Spanish vs Ukraina. Na..terang aja tim Debutan kalah. Gitu juga masih ditonton. Apa sih enaknya ngeliat 22 cowok lari2 nguber bola satu. Duh…untung beberapa di antara mereka punya tampang cool hehe  (Ha..terutama my X, si Niesta, :P)

Hmm..just imagine if I watched this kinda sport with Pippo…wah…, bisa mual2 aku denger explanation dia ttg kualifikasi para bintang di lapangan hijau itu (hiks…maap ya, guys!)

So, alih-alih ngomentari pola permainan mereka, kita malah seru ngomentari phisycal perfomance mereka. Wuihh..ganteng2 kok gede kakinya, duh..yg gondrong tuh macho, deh. Nah..tuh..idungnya mancung banget hehehe.

Udah deh..saat berakhir 3-0 untuk Spanish, kita cuma ketawa aja. Mikir kan kah?!
(hhm…couldn’t ye stop using  that kinda comment?…almost 79,5% influenced, ugh?!)

Sayap-Sayap Patah

Sunday, June 11th, 2006

Bila kupu-kupu telah patah sayapnya, bagaimana dia kan terbang melihat keindahan dunia?

Maaf, plagiat judul lagi, hehehe.Pas smalam mau bobok, yang melintas di benakku cuma kalimat itu. Sayap-sayap patah.
Can you imagine an angel without wing? She’s not a truly angel, then, haha. Atau..pernah melihat seekor kupu-kupu yang terluka sayapnya? Jatuh ke tanah, pasrah dalam diam, menunggu suatu keajaiban, atau sebuah akhir?

Hmm…alangkah indahnya jika tersisa sebuah keajaiban lagi untukku. Akankah kesempatan itu datang lagi? Kata d_Keitaro dulu aku bodoh membuang kesempatan itu hanya untuk sesuatu yang tak pasti. Tapi bila saat itu aku mengambilnya, aku pasti gak akan tahu bahwa dari sebuah kebodohan bisa melahirkan suatu kebijakan, kan? Yeah…waktu benar-benar mengajari kita banyak hal. Setiap detik yang kita lewati membuat pikiran kita memuai, membuat hati kita matang. Begitulah. Atau…kurasakan itu karena aku terlalu jauh melangkah sendiri?

Setelah perjalanan panjang itu, sayapku patah sekarang. Lelah. Pasrah?

Kurasa bukan bentuk kepasrahan yang seperti itu. Setelah berbagai macam perih itu, bagaimana aku berhenti begitu saja di titik ini? Mengambil bisa untuk menawarkan bisa…mempelajari cara mengatasi masalah dari sebuah masalah. Bukankah dunia ini-meskipun penuh dengan problem-juga mengajarkan kita banyak cara tuk mengatasi problem2 itu?

Wooow…begitu indahnya dunia ini!

Saat terbangun malam ini-setelah menyadari kesalahpahaman yang terjadi di hatiku itu- aku merasa begitu lega. Tuhan…jika aku masih bisa merasakan hal seperih itu, maka kelak aku pasti bisa merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Sebuah optimisme yang indah hahaha. Bukan sekedar untuk bertahan, tapi untuk berjalan lagi, seterusnya.

Dengan sayap patahku ini…aku yakin aku akan bisa tersenyum. Dan terbang lagi-dengan ketidaksempurnaan itu-menggapai mimpiku.

Good luck, Joel!

p.s: Thanks for every person who spent the DaVin Ci Code night with me, you all have shone my day! Trus buat yang lom nonton Da Vinci Code, mending baca novelnya aja deh (uhukkk..bagi yg hobi baca kayak gue nehh hehehe). Ceritanya ga seberani di novelnya. Suer, padahal aku lom baca novelnya, lo… (hhnnnggg..piye, to?-makanya pinjemin aku bukunya, giiiiihhh!). Yang pernah baca novelnya Dan Brown pasti tahu deh, film itu ga Dan Bwon banget!

On The Boulevard of Broken Dream

Thursday, June 8th, 2006

Judulnya sih kayak lagunya Green Day, tapi suasana hatiku hari ini ga seperti lagu itu. Tau ga…hari ini rasanya dongkol banget, pengen vandalis rasanya!

Ceritanya, sejak smalam, that Bitchy ga henti2nya sms aku. Nanya2 apa Pecundang Sejati itu masih tetap ngejar2 sampe skarang. Sabar..sabar…udah mantepin ga akan balas, udah mantepin ga akan ngisi pulsa apapun yg terjadi. Eh…besoknya nih (hari ini) dia sms terus…bejibun gt, dengan kalimat yg hampir sama. Hhhh!!! Jadi mikir: Yang sakit nih siapa, sih?

Akhirnya kesabaranku abis (ajritt..jadi ngatur dana lagi, neeh). Setelah ngisi pulsa, tak bales deh smua sms itu dengan kalimat2 kompleks. Yeah, bagaimanapun juga seharusnya aku yang marah , aku yg dendam, aku yang..ah! (sabar..sabar). Sudahlah, toh dia cuma anak kecil, masih kekanakan banget, masih hijau banget…aduh…Sephianya (mantan) kekasihku..ternyata kau tak juga bisa mengikat hatinya di atas pengorbananmu itu, haruskah aku tertawa??

Damn you!!!

Aku tahu kau juga terluka…tapi tak pahamkah kau…perih itu tak kan henti meraja di aliran darahku sampai nanti. Bawa dia pergi dari hidupku, tolong….bawa dia pergi jauh…kalo kau memang cinta dia, buat dia bertekuk lutut spenuhnya di bawah kakimu sehingga dia tak kan mampu lagi menarikku dalam mimpinya. Jika kau benar tujuan hidupnya, jangan biarkan dia mengoyak hatiku terus seperti ini. Jangan terus biarkan aku melihat kalian seperti itu.

Ya Tuhan…(mantan) kekasihku semenleven dengan (mantan) Sephianya!

Grey, You Rock My Day!

Friday, June 2nd, 2006

Finally, aku dapat pengganti HP. Ga sekeren yg kemaren sih penampilannya (meski setipe) tapi masih oke kualitasnya. Yang sekarang warnanya abu-abu…Udah tak pake pose2 indah hewhewhew..Welcome, Grey.. You rock my day!

Don’t Judge the Book from Its Cover

Thursday, June 1st, 2006

Sering denger nasihat itu, kan? Jangan menilai sesuatu dari penampakan luarnya saja. Seringnya kita pikir kita udah gitu, ga gampang nge-judge seseorang atau sesuatu cuma berdasarkan apa yg terlihat di depan mata doank. Tapi ternyata nih…kadang2 secara ga sadar ..masih melakukan itu juga!

Contohnya kemaren, aku udah putuskan jalan cari HP idaman. Rencananya sih ga usah yg mewah2 dulu, yang biasa aja deh (kata Benny HP-HP keluaran zaman baheula hewhewhew) yang penting bisa tuk komunikasi. Tau sendirilah, banyak fans nih..hehehe (pasti banyak deh yg langsung comment: narsissss..!!).

Tujuan pertama ke Sarinah, di sana ada mas Wildan cs, sayang mereka ga punya HP yang membuatku terpesona (ada sih..Samsung mungil itu, tapi harganya hiks…). Trus di Mas sapa tuh (haiya..lupa) ditawarin Nokia 7650 (padahal sempat feeling ke 6100). Liat HPnya…duh…ga dapet chemistry deh. Bagiku milih HP tuh seperti milih cowok..klo ga ada feeling ga enak deh…:P. Emang namanya juga nyari yang second, kondisi pastilah ga perfect. Tapi prasaan pemilik lama tuh HP cowok yang ga begitu care deh…ga mulus gt barangnya..duh…maksudku meski kita beli second kita kan bayar, jadi pantes dunk dapat kualitas yg standar…ya..meski second ga kliatan second deh..(wah…ada yang tersindir!).

Akhirnya, karena udah mood beli 7650, aku nekat berburu ke Ramayana and Gajah Mada (ke MP ga brani :P). Di Ramayana harga emang jauh di atas rata2, jadi jalan deh ke GM. Di sana..oops..that’s it! Mulus, cool…waktu dicoba motret bagus kualitasnya..masih lom pernah kebuka…harganya lumayan turun. Setelah tawar menawar, akhirnya deal, tak bawa (sempat diliat temen2nya Dee lo..kayaknya semua oke, tuh) dengan garansi 1 minggu gt.

Seneng deh…sampe kos tentu saja aku sayang2 tuh HP (biasa…kekasih baru pasti begitu). Aku pahami setiap lekuk tubuhnya…sempat pose2 juga (uh, untung ga jadi pose indah! :P) trus buat sms2 ke temen2.

Dan menit2 terburuk itu mulailah….

Lom selesai ngetik balesan tuk Dee…tiba2 aja tuh layar memucat and sedetik kemudian…Blib! Ilang! Ilang! Wahh…error (jadi inget komputerku klo pas ngambek itu). Hiks…panik deh. Aku coba2 nyalain lagi..beberapa menit kemudian bisa…agak lega, deh (tapi udah niat hari ini mo complain ke konter). Trus kutinggal bobok.

Aku pikir episode itu udah selesai. N, pas bobok tuh ternyata si Pippo sms, bangun deh. Duh..kejadian itu terulang lagi. Lom selesai ngetik sms tiba2 mati lagi. And kali ini lebih parah..tuh HP terus colaps ga bangun2…sampai akhirnya tewas hingga hari ini. Hiks..hiks…..

Sempat shocked, sempat nelangsa sedalam-dalamnya, sempat mangkel semangkel-mangkelnya…sempat marah banget..tuh orang kok tega jual barang kayak gini, dosa tau! Tapi kemudian aku mikir…hah…ada hikmahnya kali ya, mungkin HP yang aku tolak pertama kali itu lebih bagus kualitasnya dari yang ini. Oke, deh..aku ketipu (lagi-dalam kasus yg beda) soal HP. Hhh…begitulah, ternyata apa yang tertangkap oleh mata belum tentu mencerminkan isinya. Yang inti tidak terlihat oleh indera…(duh..dalem..)

Jadi begitulah, malam pertamaku dengan HP baruku hancur. Hari ini aku menyimpannya dalam tas, kubawa kerja (berharap dia sadar hehehe). Ntar sore aku mau bawa dia ke konter itu, klo bisa balikin, ganti ma yang lain. Aku janji ga bakal liat luarnya aja….*ehm* *ehhmmm**