Archive for May, 2006

JABBERWOCKY

Tuesday, May 30th, 2006

`Twas brillig, and the slithy toves
Did gyre and gimble in the wabe;
All mimsy were the borogoves,
And the mome raths outgrabe.

`Beware the Jabberwock, my son!
The jaws that bite, the claws that catch!
Beware the Jubjub bird, and shun
The frumious Bandersnatch!’

He took his vorpal sword in hand:
Long time the manxome foe he sought –
So rested he by the Tumtum tree,
And stood awhile in thought.

And as in uffish thought he stood,
The Jabberwock, with eyes of flame,
Came whiffling through the tulgey wood,
And burbled as it came!

One, two! One, two! And through and through
The vorpal blade went snicker-snack!
He left it dead, and with its head
He went galumphing back.

`And has thou slain the Jabberwock?
Come to my arms, my beamish boy!
O frabjous day! Callooh! Callay!
He chortled in his joy.

`Twas brillig, and the slithy toves
Did gyre and gimble in the wabe;
All mimsy were the borogoves,
And the mome raths outgrabe.

***
That is is the poem I have admired since I read its verses in my Syntax class (and not in my poetry class): JABBERWOCKY from Through the Looking Glass (And What Alice Found There). Do you know the meaning of that poem?

There are plenty of hard words there. "Brillig" means four o’clock in the afternoon — the time when you begin broiling things for dinner."slithy" means "lithe and slimy." "Lithe" is the same as "active." You see it’s like a portmanteau — there are two meanings packed up into one word."toves" are something like badgers — they’re something like lizards — and they’re something like corkscrews (They must be very curious looking creatures). To "gyre" is to go round and round like a gyroscope. To "gimble" is to make holes like a gimblet. And "the wabe" is the grass-plot round a sun-dial. It’s called "wabe" because it goes a long way before it, and a long way behind it — And a long way beyond it on each side. Then, "mimsy" is "flimsy and miserable" (there’s another portmanteau for you). And a "borogove" is a thing shabby-looking bird with its feathers sticking out all round — something like a live mop. And then "mome raths"? Well, a "rath" is a sort of green pig: but "mome" I’m not certain about. I think it’s short for "from home" — meaning that they’d lost their way.

And what does "outgrabe" mean?

Well, "outgribing" is something between bellowing and whistling, with a kind of sneeze in the middle: however, you’ll hear it done, maybe — down in the wood yonder — and when you’ve once heard it you’ll be quite content.

Huahh…..that’s what the Humpty Dumpty said to Alice!

Laporan Lab Tentang Perempuan

Sunday, May 28th, 2006

Subyek          : Perempuan

Simbol          : Pe

Ciri- Ciri fisik:
Mendidih untuk hal-hal yang tidak jelas. Membeku hampir setiap waktu. Meleleh bila terancam atau terluka. Sangat pahit bila tidak digunakan dengan baik.

Ciri-Ciri Kimia:
Sangat tertarik pada emas, perak dan batu-batu berharga. Bersikap kasar bila ditinggal sendiri. Menghijau bila didekatkan pada lawan jenis yang keren.

Bahaya :
Sangat mudah meledak di tangan orang yang tidak berpengalaman.
Simpan baik-baik di tempat sejuk dan terlindung sinar matahari langsung. Rawatlah dengan penuh cinta :P

Kau, Pada Suatu Ketika

Friday, May 26th, 2006

Aku menemukanmu saat aku jatuh.
Begitu jauh dalam angkuh.
Namun saat aku mencoba meraih tanganmu, kau menarikku dalam sisi duniamu
Apalagi yang bisa membuatku bahagia coba,
Tatapanmu saat mencoba menenangkanku, senyummu saat membasuh sedihku.

Saat kita berbagi…
Apa kau menyadari bahwa kadang kuingin menyentuhmu,
’skedar tuk meyakinkan diri bahwa aku tidak sedang bermimpi?

Kesadaran yang timbul tenggelam sepanjang waktu bersamamu itu terasa menyejukkan,
seperti perahu usai gelombang pasang yang menemukan sandaran.

Aku tahu…ini tak kan lebih. Tentu saja.
Katakan saja bahwa aku sedang  membangun asa di atas luka
Simpulkan saja bahwa aku terlalu jauh berusaha menyentuh…

Esok hari saat kau tahu aku ini bidadari api,
jejak yang telah kita cetak hanya kan jadi kenangan sepanjang malam.

Duh….

Sepertinya, apa yang bisa kulakukan saat ini hanyalah menjaga hatiku yang rapuh.
Membungkus kerentaannya dengan satu keyakinan bahwa cinta tak bisa didapat hanya dengan kata ‘aku mau’, tapi juga ‘aku mampu’.
‘Sbab setelah semua kehilangan-kehilangan itu, apalagi yang bisa kutitipkan selain hatiku?

Maka peluklah aku sebagai SAHABAT saja…hal apa yang lebih indah dari itu?
Terimakasih…karena aku tahu,
Seorang sahabat tak kan pernah meninggalkanku.
Adakah kau berjanji tuk selalu menemaniku?

Mati Karena Cinta

Tuesday, May 23rd, 2006

          Dunia terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang dingin dan bagian yang menyala.
                                  Cinta berada pada bagian yang menyala.
                                    (Kahlil Gibran; Orang-orang tercinta)

Cinta itu seharusnya hangat, itu yang aku rasakan selama ini. Setiap apa yang terjadi dalam balutan cinta seharusnya menenangkan, tidak membakar seperti itu. Tapi semalam baru kutahu bahwa cinta itu bisa membakar…..

Aku tak pernah menyangka api itu membutakan hatimu. Meski kau menyebutnya sebagai percikan bara cinta dan cemburumu, menurutku lebih tepat jika itu disebut sebagai wujud dari keegoisan dan kekerdilan jiwamu. Sungguh..ternyata  kau  hidup dari sebuah hati yang tak bermata, dari naluri yang mati dan dari jiwa yang  membara. Maka cinta yang kau punya adalah cinta buta.

"Jika aku tak bisa memilikimu, maka tak seorangpun bisa…"

Kau pikir aku siapa? Saat kau lingkarkan jemarimu di leherku tak hanya perih yang menggores lahirku. Nelangsa itu begitu meraja dibawah tatapan marahmu. Teruslah…teruslah menekan nadiku. Teruslah…teruskan nafsumu tuk mebunuhku jika kau mampu. Mungkin dengan begitu jiwamu yang terpenjara dalam cinta butamu akan terbebas dan kau bisa melihat kenyataan sebagai sesuatu yang harus diterima dan dijalani.

Toh…cinta itu sendiri tlah padam di hatiku jauh sebelum kau mentasbihkan diri sebagai penguasaku.

Sudah kubuka hatiku di depanmu….tidakkah kau sadar tidak ada rasa lagi di sana? Hanya ada dua cinta murni pada manusia di sana…pada Ibuku, dan pada bintang kecilku. Tak melihatkah kau bahwa namamu tlah lama hilang dari sudut2nya?

Bukan aku yang melakukannya, tapi kau. Dengan jiwamu yang tak setia, dengan segala omong kosongmu yang tak terealita…dan tentu saja dengan kehadirannya. Mengapa  kau tak bisa menerima kenyataan bahwa kau telah menghancurkan segalanya?

Tolong  mengertilah…kau bukan sutradara kehidupan ini. Tolong pahamilah…kau bukan pemilik mutlak lahir dan batinku. Tolong sadarilah…bahwa cinta sejati tak pernah menyakiti. Biarkan aku pergi dari hidupmu. Biarkan aku menemukan rumah tempatku bisa melepas lelah dan meneguk bahagia. Biarkan seseorang berjiwa besar yang memiliki cinta sejati menemukanku. Biarkan aku mengikat kisah kita dalam sekat masa lalu. Biarkan aku mengenangnya dengan cinta, bukan dengan luka seperti ini…

Sampai kapan kau akan seperti itu?
(mungkin sampai kau benar2 bisa membunuhku, atau mungkin…sampai seseorang datang dan membawaku pergi ke dunianya sendiri, jauh darimu. My saviour…where are you???)

Doa Sebelum Tidur

Sunday, May 21st, 2006

Hari ini rasanya mendung banget. Langit di luar mencurahkan gerimis sejak pkul 10, seakan- akan meninabobokkan mataku yang memang terasa berat. Liat layar komputer rasanya seperti melihat bantal. Ufgh…smalam ga bisa bobok. Kalo bukan karena pengaruh kafein, efek dari hormon feniletilamin (huah..iya, ta?), pasti karena aku sedang gila!

I dunno why…sumpah…udah kucoba baca2 semua novel yang tergeletak manis di sebelah bed, trapi ga ngefek. Nggak bikin ngantuk, ga juga bikin aku ngerti. Bahkan kalimat2 puitis Gibran jadi terasa mentah, kehilangan keindahannya.

Untunglah, sebelum jarum jam menyentuh angka satu, akhirnya aku terlelap setelah satu doa ini:

"Tuhan, jangan beri aku cinta, bila cinta itu akan menyakitiku (lagi). Jangan biarkan perasaan konyol itu melemahkan logikaku dan menenggelamkanku dalam mimpi. Tuhan, bangunkan aku saja, bila melihat kenyataan- meskipun terasa pahit- akan menyelamatku dari penderitaan yang lebih dalam."

A busy girl living in a clumsy city, Ufgh!

Sunday, May 21st, 2006

Huahh…I love Monday!
Benar-benar sudah Internetholic hehehe. Yeah, meski minggu2 ini pekerjaan numpuk banget, lom lagi para bos yang begitu "ramah"nya mengomentari kerjaan kita, wah!

Ceritanya, setelah dapat file jpg wireimage sebanyak 1580, aku liat ada sekitar 50 file yg ga ada captionnya. Biasanya file macam begitu sih ditinggalin aja, tapi kali ini rupanya Mr. B menginginkannya terupload. Jadilah dengan cara semi manual aku nyari caption2 bagi foto2 itu. Abis itu ngecek nama, trus misahin event, trus arranging the pics..wah..busy banget! Sementara itu…proyek myspace terus berjalan…and Mr. D terus menginginkan semua sesuai target…

Jadilah minggu kemaren itu aku begitu merasa under the pressure. Mr. Programmer sampe nanya: Wire yg terbaru blom, ya? Ufgh…ntar lagi. Trus ngecek email di myspace, sepiii! ‘Instead of myspacing them, can I just save the pics in my computer?’ ‘They’re great, thanks!’ (but they didn’t post them, huh). Pengen teriak rasanya. Mendekati jam pulang, udah ngebayangin menjawab pertanyaan2 yg biasa itu dengan jawaban yang mengecewakan. Maap maap….kita udah berusaha maksimal..tapi itu kan tergantung selera para myspacers juga, kan. Udah gitu sebelum hengkang dr kantor Mr. B sempat nanya: "Mba…event-nya lom diupload ya?" Meskipun dengan senyum coolnya, tetep aja terasa jleb..jleb gitu di dada!

Maka Sabtu itu begitu menginjakkan kaki di kos aku berusaha calm my heart down. Buka lemari es, ambil es krim. Uhh…kurasa kandungan feniletilaminnya bisa membuatku relax. Untungnya malam itu berlalu tanpa telpon konyol. And setelah terkantuk-kantuk menikmati Extravaganza, it’s time to sleep! Bobok dengan satu doa untuk janji esok hari…..zzzzz…………………….

Naluri Bumi

Thursday, May 11th, 2006

Ehm. Perasaan itu lagi.
Kerinduan yang menyentak itu lagi.
Ufgh! Sesak rasanya menahan keinginan tuk menyentuhmu.
Naluri yang tak tercegah, tak terjemahkan dan tak terwakilkan dengan apapun juga.
Meskipun lewat dolphin bitu itu…

Boneka itu kini ada padamu.
Teman tidurmu, katanya.
Aduh…rasanya begitu indah membayangkan kau bahagia memeluknya.
Kelak saat kau ingat masa kecilmu, mungkin kau akan mengingat itu.
Dan kau akan bertanya-tanya: pemberian siapa boneka beraura cinta itu?

Aku.
Yang selalu (selamanya) menyimpan naluri bumi padamu…

Kalau Tak Jodoh…

Friday, May 5th, 2006

Soulmate? Jodoh?? Uhhh…. topik yg menggelitik tapi juga melelahkan!
Katanya setiap jiwa di dunia ini memiliki soulmate ya? Setua ini (yg lom ketemu jodoh neeh) apa you- you pade udah 80% yakin soal itu?

Apa jodoh itu bisa didapet dengan teori KOLEKSI, SELEKSI, ELIMINASI and then LEGITIMASI? Kalo udah nyampe proses legitiminasi it means the ones sitting beside us di depan penghulu adalah  benar2 soulmate kita?

Wah..wah….seandainya manusia udah tau siapa jodohnya masing2..kira2 kehidupan ini tambah kacau ga ya? Abis, lom tau dapet jodoh ato ga aja kita udah banyak yg ke-pede-an: "aduh..ke "mana-mana" aja dulu deh…ntar juga ketemu ama jodoh kita, hehehehe"

So far..I’ve been trying hard to find my soulmate. Cuma…kali aja aku nyarinya nggak di alamat yg bener, jadi lom ketemu juga tuh. Sometimes ketemu someone yg punya chemistry ma aku..tapi ya gitu aja…lewat beibeh….and saat aku bertanya-tanya muara jawabannya cuma satu :"Lom jodoh, kali.."

Hua…dulu ada Siti Nurbaya yg dijodohkan secara paksa. Sekarang neeh, aku bujuk2 ortu tuk ngejodohin aku malah aku yg diketawain. Mooh…cari sendiri sana! Ah!

Morning Breath

Tuesday, May 2nd, 2006

Ufgh..sbenare ini udah posted awal2..tp karena aku amat menyukai isi tulisanku ini (and krn sikonnya cucok banget), akhire kuputuskan tuk memunculkannya (lagi) di depan:

                                                          ….
"Jika kau tidak membuka kunci hatimu, bagaimana aku bisa masuk dalam kehidupanmu?"

Begitulah seseorang dulu pernah berkata padaku. Kini kalimat itu terngiang kembali di benakku. Membuatku berpikir: sebenarnya apa yg membuat aku begitu sulit mempersilakan seseorang yg baru mengakrabi ruang2 kosong dalam batinku? Apa aku sudah terlalu "beku" atau orang2 itu yg terlalu "maksa?"

Is anyone outside there has the same problem with me?

Berat tuk membuka kunci itu..atau bahkan sudah lupa dimana kita dulu menyimpan kunci itu?
Well…padahal hidup tidak pernah berhenti sekedar tuk menunggu kita yg sedang menyesali apa yg telah terjadi. Aku pernah baca gini: Jika anda tidak mau menerima cinta baru karena trauma masa lalu, selamat!! Berarti anda telah pernah mengalami sebuah cinta yg begitu idah tapi jg menyakitkan, dan anda berhasil survive sampai sekarang!!

Hmmm….jadi buat apa kita harus berlama-lama menyia-nyiakan kebaikan waktu yg telah membawa kita menjauhi luka itu dan ketegaran hati kita yg telah membuat kita bisa bertahan sampai saat ini?

Selama kita masih bernafas, akan ada banyak kejutan2 baru dalam lembaran hidup kita. Dan salah satu kejutan itu mungkin kehadiran seseorang yang membawa "aura lain."

Mengapa tidak mencoba?

(Mungkin malam ini aku akan membalik bantalku, mencari kunci hatiku yang lama tertinggal. Dan esok hari…akan aku buka pintu yg selama ini menyekat batinku. Aku akan menemukan diriku "kembali hidup" dalam dunia baru.  Yeah, Morning, Honey!)