Kusebut Kau: Cintaku

Dirimu adalah mimpi yang menghantui hari-hari
Serupa detak yang bergemeletak seiring rasa sepi yang bergerak menderak.

Setiap jejak yang kucetak jiwa tak henti merasa sesak merapal namamu satu-satu…
Seperti halnya saat-saat lelapku yang selalu selingkuh dengan liku-liku tubuhmu.

Dirimu adalah sedu sedan yang tertahan.
Kepedihan meraja yang menyakitkan. Kegelapan yang menyesatkan. Kedalaman yang menenggelamkan…tapi juga keperkasaan yang memabukkan.

Jiwa mudaku mencari hangat yang merayap lewat nikmat yang tersesap tiap raga rapuhku kau dekap.
Luka di dada trasa mengendap saat air mata itu kau usap.

Dirimu bukanlah dewa, bukan pula pujangga.
Bak mentari di senja hari kau kirimkan lembayung menangkup sedihku.
Tapi kadang kau juga datang sebagai api yang membakar sadarku.
Suatu saat kau tiba sebagai dingin yang mebuat syarafku beku.

Dalam bentuk apapun dirimu..kau selalu dapat mempengaruhi hidupku!

One Response to “Kusebut Kau: Cintaku”

  1. Pippo Says:

    Ane mnt maaf sblmx ye,ok ane langsung aja nich tulisan pas bgt ma cerita hdp ane,so ane sk ma ce cmn ane ga brni to ungkapinx,tp sbnrx mslh brn or tdkx cmn ane g pernah dksh kesempatan aja to ungkapin rasa,eh ko jd curhat heee,pkkx nich puisi ok bgt,kt orng KALTIM blng hek da duanya,mksdx ga da duanya.jgn berhenti berkarya ya…….

Leave a Reply