Archive for December, 2005

Jatuh..!!

Sunday, December 25th, 2005

Hey..pagi yg mendung, baru bangun dah disambut dengan hujan gerimis yang ngelangutkan. Jadi males bangun, tapi tak paksain jg, karena hari ini aku pengen cerita2 di sini.

Hoy…badanku rasanya remuk! What’s up? Smalam aku nyungsep di depan kmar mandi.Wah…sakit! Tau-tau udah gedebugg!! terpeleset dengan suksesnya! Hi..hi..hi..utung ga da yang liat. Tengok kanan tengok kiri..wuah..ternyata orang2 lagi pada busy di kamar masing2…aman dehh.he..he..he..Ya udah, cepet bangun trus ngacir ke kamar. Agak shock..untung deh ga ad yg luka atau apa. Pengen ketawa sbenarnya: laha aku neh kok ceroboh banget ga perhatiin klo di depan kamar mandi tuh basah and lagi make sandal yg bawahnya licin. Ya wes…kado yang indah!

Asal tau aja ya…sepanjang 24 umurku aku terpeleset sedemikian rupa dua kali. Yang pertama dulu waktu kuliah and smalam itu. Semoga aja itu yg terakhir…:P

Cyber Love

Friday, December 16th, 2005

" ‘Hope, like love, transcends all time..’"

Hujan menderas tepat ketika isi gelas di depanku habis. Hmm..sepertinya aku harus tinggal di kafe bambu ini lebih lama lagi.
Zey, yang masih asyik menikmati jus jeruknya, cuma tertawa melihat ekspresi kecewa di wajahku.
"Sudahlah, Lee…santai saja. Nggak keburu ke Warnet, kan?"
‘Nggak, nggak usah ke Warnet. Besok aja aku print data itu di kantor."
"Yeah..baguslah. Jadi aku bisa nambah bakso lagi."
Aku cuma mengedikkan bahu, mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Di meja sebelah kulihat dua orang cewek sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
"Cyber Love…gila banget kamu tuh Ge!" cewek yg berambut cepak menepuk pundak temannya antusias.
"Elu percaya cinta model begitu? Sharing cm lewat chatting and email. Tampang boleh liat di webcam and foto….cinta macam apa itu?"
"Elu belum pernah ngalami sih…elu emang model cewek yang ga betah ma satu cowok. Jangankan mempertahankan Cyber Love, cinta elu di dunia nyata aja selalu berantakan karena orang ketiga!" Bantah temannya nggak mau kalah.

Wahh…sepertinya menarik, nih. Aku sebenarnya nggak mau nguping..tapi denger juga..ya…nggak papa deh..he..he…daripada kesel nungguin Zey makan.
"Elu ditelpon dia dah berapa kali?"
"Seminggu tiga kali. Elu kan ngerti, biaya telpon antar benua ga murah…"
"Seberapa jauh elu kenal dia? Kenal sifatnya? Seberapa dalam dia paham ma elu?"
"Pertanyaan yang aneh…elu ngerti kan everythin’ needs a process…"
"Gue pacaran ma tiga cowok dalam dunia nyata yang tiap hari ketemu aja susahnya minta ampun tuk memahami mereka. Yaks..masa sih elu bs percaya ma rayuan cowok yg elu sama sekali blm pernah ketemu?"
Aku nyaris ketawa melihat ekspresi "pantang menyerah" di wajah kedua cewek SMA itu. Well…it’s a good argument. What will the other girl answer to that?
"Jangan salahin cowok2 itu donk Sal, la elu sendiri jg mana bisa dipercaya klo sekali jalan tiga cowok? Lagian gue yakin semua cowok yg elu pilih waktu itu ga bener."

Nah lo!
"Oke deh..tapi gmn elu yakin klo cowok yg elu temui di dunia maya itu baik? Ga mainin elu?"
Sepi sejenak. Si cewek menyeruput jus alpukatnya, menatap lurus ke gelasnya.
"Elu percaya feeling ga?" Tanyanya lambat2.
"Klo feeling gue sendiri engga deh," Temannya ketawa kecil, "Ga tau klo feeling elu."
"I’ve known he’ll be mine since the first time I saw his eyes."

Hah!!Mau ga mau natap Zey. Zey yang lagi asyik mengunyah baksonya keliatan kaget, natap aku juga.
"Apa say?"
"Ah, nggak. Aku mau baksonya satu," Sahutku cepat, mencoba menepis getaran halus yg tiba2 aja mendera ketika mata Zey yang teduh itu menyambar.
"Nih.." Pelan tangan Zey terulur menyuapkan bakso ke mulutku.
"Be careful honey…masih agak panas."
Aku mengangguk, melirik dua cewek di sebelah dengan ekor mataku. Si cewek yg lagi kena Cyber Love itu tampak memutar-mutar sendok di depannya dgn resah.
"Elu kan udah merasakan, di dunia nyata ini banyak cinta yg semu. Siapa tahu di dunia maya aku malah menemukan cinta yg sejati."
He..he..he..nyastra bangeth!
"Ya…up to you deh…elu yg jalanin. Asal elu betah aja jarak jauh gt."
"Yup."
"Kapan dia balik ke indo?"
"Sekitar 7 bulan lagi."
"Hmm…masih akan ada banyak hal yg terjadi selama 7 bulan ke depan," Temannya menggumam pelan.

Aku ketawa kecil. Persis..kalimat itu persis seperti kalimatku sepuluh bulan lalu!
"Apa sih, Honey? Ada yg lucu?" Zey menatapku heran. Rupanya dia udah menghabiskan baksonya. Hujan jg mulai reda. Tinggal titik2 gerimis yg meniupkan dingin ke kulit.
"Cuma inget sesuatu aja, jadi pengen ketawa."
"Pasti inget kisah kita," Zey mencubit hidungku sambil ketawa, melirik meja sebelah. Ooh..ternyata dia jg ndengerin pembicaraan mereka…he..he…
"Banyak hal unik yg terjadi di dunia ini," Kata Zey sambil bangkit, "Kita pulang yukk..ntar keburu deras lagi."
Saat aku berdiri, cewek di sebelah ketawa sambil menatap layar HPnya hepi.
"Nah kan..dia telpon lagi…weng..berat diongkos..tapi katanya demi cinta ngga papa," katanya ceria.
Aku gamit lengan Zey begitu dia kembali dr meja kasir. Saat aku rasakan tangannya memeluk pinggangku, rasa hangat menjalari setiap inci tubuhku. Menyusup ke relung hati. Hmm…mungkin karena suasana sore yg ngelangutkan ini..mungkin karena kata2 cewek itu..atau karena memang begitulah perasaanku dan Zey?

Zey..Zey…memang ajaib dunia ini. Ada banyak cerita yg tertoreh di atasnya. Kadang2 kisah itu begitu di luar dugaan.
Termasuk Cyber Love.
Tak banyak Cyber Love yg bertahan memang, tapi banyak pula kisah cinta di dunia nyata yg berujung luka. Jadi tak ada salahnya berharap kita salah satu dr yg beruntung, entah di dunia nyata atau di dunia maya..Who knows…?

Well…seperti aku dan Zey. He was my Cyber Love!!!

Karena Dia Bintang Terindah Dalam Hidupku

Sunday, December 11th, 2005

Berhentilah menertawai kebodohanku.
Berhentilah melukis kehadirannya sebagai sebatang rumput yg tumbuh di atas rawa-rawa berpasir.

Aku menemukan bintang kecil itu saat aku membuka kunci galaksi.
Aku pikir yang terhampar di depanku adalah dataran..ternyata itu rawa-rawa yang mengerikan.

Aku tersedot ke dalamnya…hingga setiap inci jiwaku melebur hancur….
Lalu aku melihat dia.

Begitu bersinar dalam gelap yg meraja!!!

Saat kusentuh dia, hanya hangat yg terasa.
Hanya indah yang meliuk membungkam tangisku.
Dia itu…lahir dr sebuah planet hitam yang kelam…tapi dia bersinar!

Berhentilah tertawa untuk kekalahanku.
Karena sejak aku memilikinya aku telah hidup kembali.

Dan aku tahu…kau membenciku karena kau tidak bisa memilikinya.
Kau menertawakannya karena kau tahu suatu saat nanti bintang kecil itu akan lebur dalam pelukanku.
Dan saat itu..kau pasti mati dalam keputusasaan yang panjang!!!

Kejujuran Itu….

Sunday, December 11th, 2005

Akhirnya…..
Hari ini aku bercerita juga ttg semuanya ke dia. Whew..aku benci harus sampai di titik ini lagi…tp aku tahu aku "harus selalu melewati titik itu" sampai kelak orang yg berada di belakang titik itu menarik tanganku dan memeluku dlm pelukan kematangan jiwanya (ojo ngguyu thok…I believe..there’s someone special who was really born for me only!!!)

Yeahh…that’s the result of my foolishness, isn’t it? So go girl..u must enjoy it!! Ha..ha..ha…

Kejujuran itu memeng kadang menyakitkan..tp klo tidak jujur…bagaimana kita bs menjalani kehidupan ini dengan tenang? Sampai kapan sih kita bs bertahan "menikmati hari demi hari" di balik "kebohongan2" itu?
Apalagi ttg ini…
Wahh……..gak bisa aku. I’m not that kind of girl.

Jadi akhirnya aku habiskan seluruh siang itu untuk cerita "yang benar2" bukan "yang indah2" ke dia.
He must be shocked..I’m sure!! But thanks God, he’s not a damned man. At least he didn’t blame me..didn’t throw me away from his world right away…:)

Whatever…the show must go on!!!
Yeahh….Welcome to the real world!! I’m ready!! I’m tough enough!!!!

An Invitation From Heaven

Saturday, December 10th, 2005

When I opened my door last night, I saw you standing in front of the fence. I saw no car, no white horse…like the Prince in the story books for children. The moonlight shone dimly on your face, revealing your deep dark eyes.
"How did you know my address?" I asked asthoningly.
"God gave me the way to find you. I didn’t try to search for you..but I find you!"
You laughed while approaching me.
"You see, I’m here now. Everything feels so easy…"
"I don’t know who you are. Please..stay away from the door…"
"I don’t either…but I will…I’m trying to know you now.."
He reached my right hand and gave me an envelope.
"I’m not a bad guy. I offer you a good chance. I have an invitation for you…"
I received the enveloped doubtly. When I opened it, I saw a blue card with a big love sign in the middle.
"What kind of invitation is this?"
"An anvitation all good men in the world will give to a woman he admires."
I saw directly into his eyes. They reveled no crime.
"So what I should do with this invitation?"
"Read it first..and then reply it"
I looked at the card, took it from the envelope and began to read….
"Dear…would you like to be my love?"
That’s the magic sentence I’ve felt bored of!!
"I…I don’t believe this…"
"I will..no..I am going to make you believe..cause I believe what I’m doing is right."
"I just think that you’ll be the right person for me to be.."

‘I’m afraid I’m not…"
"Don’t say such a thing…"
I sighed.
"At least you shouldn’t let me standing outside all the night. It’s cold, can I go in?"
Hmmhh….
"Can I?"
"Ok."
I opened the door wider and he slipped in right away. I had make a great deal that night. Letting someone new walking trough my door, entering my house. Was I crazy or what..???

I didn’t care. I didn’t wanna care about those damned things anymore. You were the one who came to me. Came in. As long as you understand my life….just be happy!!!

Ilalang di Tengah Padang

Sunday, December 4th, 2005

Akhirnya ampai juga aku di titik ini. Setelah kebimbangan-kebimbangan dan rasa takut itu…akhirnya aku berhenti pada satu titik abu-abu ini. Satu keputusan telah aku ambil. Semua resiko telah aku tulis dalam diary hatiku. Siapkah aku menghadapinya?

Jalan ini..begitu sulitnya. Penuh duri dan menanjak. Tapi aku tidak boleh berhenti tuk sekedar menanti seseorang datang menjemputku. Kupikir dulu begitu. Seperti dalam dongeng anak-anak: Seorang Pangeran tampan dengan kuda putihnya datang menjemput sang Puteri impian. Hmm…terdengar sangat indah. But it in fact is too simple to occur in the real world.

Yang ada di dunia nyata adalah: Kesempatan tidak datang dua kali. Kesempatan tidak akan menanti kita, dan sekali kesempatan itu pergi…mungkin dia tidak akan datang kembali. Alangkah mengerikannya jika kita dihadapkan pada kesempatan-kesempatan itu…lalau kita mengambil suatu keputusan yang salah.

Sekarang aku seperti sebatang ilalang di tengah padang. Kecil, lemah, menantang angin sendiri.
Sejujurnya aku takut, sangat takut……
Tapi aku lelah. Aku tak bisa memikirkan suatu keputusan yang lain lagi. Mungkin keputusanku ini terasa egois..tapi kadang kita perlu egois untuk survive, kan?

I’m not a looser, never doubt it. Semoga Tuhan memberikan jalan agar keputusan ini bukan merupakan keputusan yang "aku pikir" yang terbaik, tapi suatu keputusan yang "memang" yang terbaik (amin).

Gerimis Patah

Friday, December 2nd, 2005

Jadi inget puisi ini……

Gerimis patah, kau menyentuh gemerincing air dengan ujung jari. Tak ada lagi
  darah dan tetes air mata. Kota berdiam, menunggu dingin yang semerbak. Barangkali,
  masih ada sisa bunga yang mekar di antara peradaban batu. Seperti tetesan air
  yang kuat merengkuh segala duka. Menahan segala gigil

Gerimis patah, kau merasa hatimu berdarah. Tertancap runcing air. Beku di kornea

(Alexander Robert Nainggolan)

Sore Menjelang Hujan

Thursday, December 1st, 2005

Hari yg mendung.
Sepertinya langit Malang udah ga tahn untuk tidak menumpahkan air dr awan-awan yg menggantung.
Warna abu-abu menyelimuti angkasa. Hmmm…..semoga aja tidak deras hujan yg akan turun. Bukan apa-apa. Aku tidak suka hujan sore-sore begini. Rasanya menyedihkan harus melewati sore dengan rintik-rintik gerimis yang ngelangutkan jiwa. Mencipta nelangsa dalam dada. Hah……..